Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan usai menghadiri Pembukaan Asia Pacific Oil and Gas (APOGCE) 2009 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Selasa (4/8/2009).
"Proyek itu baru ekonomis kalau harga minyak tinggi. Kalau sekarang harga minyak US$ 70 per barel itu baru marginal. Dari perhitungan kami, keekonomian proyek tercapai saat US$ 85 per barel," ungkap Karen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak, mungkin kita akan mengubah skema pengembangannya," jelasnya.
Karen menjelaskan saat ini pihaknya masih membahas term and condition (TNC) dengan pemerintah.
"Terus terang saja kami masih bicarakan term and condition dengan goverment, tapi belum selesai. Kalau itu belum selesai, saya tidak bisa lanjutkan," ungkap Karen.
Karen menjelaskan, term and condition yang disepakati tersebut akan dijadikan sebagai acuan untuk menyeleksi partnernya di lapangan tersebut. Karen menambahkan saat ini calon partner yang akan diseleksi masih berjumlah delapan perusahaan.
"Mereka kan harus kasih proposal yang terbaik berdasarkan term and condition yang telah kami sepakati dengan pemerintah. Kalau itu belum ditetapkan bagaimana saya bisa evaluasi," ungkapnya.
(epi/lih)











































