Hampir setiap hari para pelanggan PLN hanya bisa menikmati listrik selama 9 jam sehari. Pemadaman yang dilakukan semakin meningkat dari 10 jam sehari menjadi 15 jam.
"Kita benar-benar susah dibuat PLN ini. Saban malam kita mendapat giliran mati lampu. Malah sudah sepekan ini pemadaman malam hari kian bertambah," keluh Ny Isyianti warga Pekanbaru kepada detikFinance , Selasa (4/08/2009).
Pemadaman 15 jam ini berlaku dalam sehari dengan durasi minimal 4 jam sekali padam. Malam hari masyarakat hanya dapat menikmati lampu listrik selama 5 jam. Sedangkan 10 jam lagi pemadaman di siang hari.
Dari pantauan di lapangan, pemadaman mulai berlangsung pukul 06.00 pagi dan baru menyala pukul 11.00 siang. Selanjutnya listrik kembali dapat padam selama dua jam. Setelah itu listrik kembali padam di sore hari.
Sedangkan pada malam hari pemadaman listrik mulai pukul 19.00 malam sampai pukul 00.22 WIB. Selanjutnya, pada pukul 02.00 dini hari listrik kembali padam.
"Malah kadang malam hari kita cuma bisa menikmati listrik selama 3 jam saja. Sampai kapan kita terus menerus seperti ini," keluh Bagus Himawan warga lainnya.
Kondisi krisis energi listrik di Riau seakan tidak ada solusinya. Pihak PLN Pusat dan di daerah seakan pasrah dengan kondisi yang ada. Alasannya selalu saja soal debit air waduk PLTA yang menurun karena kemarau. Atau alasan lainnya karena ada perbaikan mesin di sejumlah PLTU.
"Semua itu cuma lagu lama PLN. Intinya ada saat ini pembangkit daya listrik harus sudah ditambah lagi. Kita selaku konsumem tidak mau tahu bagaimana cara PLN mendapatkan daya listrik itu," kata Direktur YLKI Riau Sukardi.
Sepanjang PLN Pusat tidak menambah mesin pembangkit, sampai kapan pun krisis listrik di Riau tidak akan teratasi. "Nah niat pemerintah pusat itu yang tidak ada untuk menambahkan pembangkit untuk kepentingan rakyat. Kalau ada niat, semuanya bisa kok diatasi masalah krisis listrik ini," kata Sukardi.
(cha/dnl)











































