Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Depperin Fauzi Aziz saat ditemui di kantor Depperin, Selasa (4/8/2009).
"Sekarang ini anggarannya menyebar ada di Depperin, Kemenkop, daerah, dinas provinsi. Jadi kalau dikumpulkan Rp15 triliun. Bayangkan kalau itu dikonsolidasi untuk membuat shift capital dan program pembiayaan murah?," katanya bersemangat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BRI suruh nyalurkan, tapi nggak boleh lakukan kredit kormersial suku bunga 6% saja sudah bagus. Sekarang Kemenkop, BUMN harusnya fokus di satu departemen," serunya.
Mengenai pengembangan UKM prioitas, Fauzi mengatakan sektor pangan menjadi sangat penting karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan pasarnya luas.
Untuk itu perlu upaya perbaikan proses pengemasan (packaging) yang bermutu sebagai syarat utama pengembangan sektor pangan, diantaranya dengan pembangunan rumah kemas (packing house) untuk membina UKM dalam menjaga mutu kemasan.
"Tahun ini Rp 50 miliar untuk pangan, pelatihan kemasan, desain, perbaikan mutu, tahun depan, kita sesuaikan dengan anggaran kebutuhan program saja," katanya.
(hen/lih)










































