14 Kontrak Migas US$ 40 Juta Diteken

14 Kontrak Migas US$ 40 Juta Diteken

- detikFinance
Selasa, 04 Agu 2009 18:25 WIB
14 Kontrak Migas US$ 40 Juta Diteken
Jakarta - Sebanyak sembilan kontrak jual beli gas dengan nilai setidaknya US$ 3,255 miliar telah ditandatangani. Tak hanya itu, 5 investor juga meneken komitmen pengembangan CBM dengan investasi US$ 37 juta. Total nilai 9 transaksi dan 5 kontrak investasi di sektor migas tersebut mencapai US$ 40 juta.

Penandatanganan tersebut dilakukan dalam Asia Pasific Confrence Oil & Gas Conference and Exhibition, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (4/8) disaksikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Dirjen Migas Evita H Legowo dan Kepala BP Migas R Priyono.

Adapun kontrak jual beli gas tersebut  yaitu :

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk pasokan listrik

  1. Kontrak jual beli gas antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) selaku pembeli  dengan PT Pertamina EP selaku penjual. PLN akan menggunakan gas tersebut untuk  pasokan gas daerah kelistrikan Sumatera Utara. Sementara sumber gasnya dari berasal dari blok Glagah Kambuna yang dikelolah Pertamina EP dengan laju alir 28 ramp down 10 BBTUD. Kontrak tersebut dimulai pada tahun 2009 dengan lama kontrak 8 tahun.  Perkiraan jumlah tenaga kerja 100 orang. Nilai kontrak US$ 377,57 juta.
  2. Kontrak jual beli gas antara PT Perusahaan Daerah Muara Energi dari Kabupaten Musi Rawas selaku pembeli untuk kebutuhan listrik di daerah Musi Rawas, dengan penjual PT Medco E&P.  Kontrak dimulai pada 2011 mendatang dengan volume gas sekitar 2,5 BBTUD selama 10 tahun. Perkiraan jumlah pekerja yang terserap 200 orang dengan nilai kontrak US$ 29,4 juta.
  3. PT Bali Global Energi selaku pembeli gas untuk memenuhi pasokan listrik di daerah Bali, dengan penjual BP Berau. Mulai kontrak pada Agustus 2009 sampai Januari 2010. Nilai kontrak belum ada karena masih dilakukan study pengembangan.

Untuk pasokan pupuk

  1. Kontrak jual beli gas antara pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) dengan BP Migas. BP Migas akan mengupayakan penyediaan gas untuk PIM. Realisasi kontrak Agustus 2009 sampai Desember 2010.
  2. Kontrak suplai gas untuk kebutuhan LPG antara lain, pasokan gas untuk LPG domestik ke PT Pertamina (Persero) dengan Produsen LPG PT Total E&P Indonesie dan Inpex. Pertamina membeli LPG dari Total sebanyak 8 kargo,realisasi kontrak dimulai Juli -Desember 2009. Nilai kontrak US$ 120 juta dengan asumsi harga CP Aramco US$ 500 per MT. Proyek tersebut diperkirakan akan menyerapkan 100 orang tenaga kerja.
Untuk pasokan industri

  1. Perusahaan daerah Pertambangan dan Energi Propinsi Sumatera Selatan, adapun penjual gas PT Medco E&P Indonesia. Realisasi kontrak dimulai 2009 dengan volume sebesar 0,2-0,4 BBTUD selama tiga tahun. Dengan perkiraan penyerapan tenaga kerja sebanyak 50 orang. Adapun nilai kontrak dalam perjanjian tersebut sebesar US$ 1,68 juta.
  2. Kontrak antara PT Sumber Daya Kelolah dan PT Pertamina EP. PT Sumber Daya Kelolah membutuhkan gas untuk kebutuhan industri di Jawa Barat. Realisasi pengiriman gas mulai Mei 2010 dengan volume kontrak sebanyak 1,3 BBTUD selama lima tahun.
  3. Kontrak yang lain, antara Konsorsium Pertamina Gas dan Medco gas dimana  PHE Simenggaris, Medco EP Simenggaris, Salamander Energi Simenggaris sebagai penjual. Pengiriman gas dimulai pada 2012 sebesar 20 BBTUD selama 11 tahun dengan perkiraan tenaga kerja sebesar 700 orang dengan nilai kontrak US$ 216,57 juta.
Sementara keperluan gas untuk lifting minyak untuk PT Chevron Pasific Indonesia, dengan penjual gas PT ConocoPhilips. Lama kontrak 13 tahun dimulai tahun 2009 dengan laju alir gas 380 ramp up 450 BBTUD. Adapun nilai kontraknya sebesar US$ 2,5 Miliar dengan ICP US$ 50 per barel.

5 Kontrak CBM

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Pemerintah juga telah melakukan kontrak penandatanganan 5 wilayah kerja (WK) gas methana batubara (GMB/CBM) melalui evaluasia bersama pada beberapa eksisting KP batubara dan WK migas.  Penandatanganan kelima wilayah kerja GMB melalui skema penawaran langsung. Adapun kelima wilayah kerja GMB yaitu:


  1. Konsorsium PT Pertamina Hulu Energi  Metra Enim-PT Bukit Asam Metana Enim- Arrow Energy (Tanjung Enim) Pte Ltd, pada 1 WK Migas dan 4 KP batubara di Provinsi Sumatera Selatan
  2. PT East Ogan Methane pada wilayah eksisting 7 KP Batubara di Provinsi Sumatera Selatan
  3. PT Trisaksi Gas Methane pada wilayah eksisting 17 KP batubara di Provinsi Kalimantan Selatan
  4. PT Satui Basin Gas pada wilayah esisting 15 KP Batubata di Provinsi Kalimantan Selatan
  5. Konsorsium PT Sigma Energy Bumi-Blue Tiger Co, Ltd pada wilayah eksisting 3 KP Batubara di Provinsi Kalimantan Tengah

Dari total investasi US$ 37.975. 958, maka pemerintah akan langsung mendapatkan bonus tanda tangan sebesar US$ 5 juta.

Adapun komitmen pasti eksplorasi dari lima wilayah kerja GMB untuk tiga tahun pertama masa eksplorasi antara lain G&G studi 18 pemboran sumur eksplorasi, 24 core hore drilling, pilot project phase 1 meliputi production test well sejumlah 7 sumur.

Pelaksanaan evaluasi bersama atas kelima WK GMB melalui skema penawaran langsung yang telah dilaksanakan bulan Januari 2009 sampai dengan Juni 2009.

Adapun ketentuan pokok kerjasama, sebagai berikut bagi hasil produksi antara Pemerintah dan kontraktor ada 55:45 (after tax), FTP 10%, celling cost recovery sebesar 90%, dari annual gross revenue selama masa kontrak.

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads