Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Rudy Lengkong mengatakan pameran kali ini bukan pertama kalinya bagi Indonesia dalam memamerkan produk-produk industri kreatif termasuk produk kerajinan di Malaysia, namun untuk Inacraft Lifestyle masih menjadi pameran pertama sebagai pilot project .
"Sebenarnya Indonesia sudah sering, Asephi sudah dua kali di Malaysia," kata Rudy.
Beberapa produk yang akan ditampilkan antara lain perhiasan, fashion garment , asesories garmen, gift , houseware , home garden decorative , dan lain-lain.
Dipilihnya Malaysia sebagai tempat pertama gelaran Inacraft Lifestyle di 2009, dengan beberapa alasan diantaranya karena pada ajang Inacraft di Jakarta 2009, para buyer dari Malaysia mencatatkan jumlah terbanyak.
Besarnya minat Malaysia terhadap produk kerajinan Indonesia juga dipicu oleh pendapatan per kapita masyarakatnya yang mencapai US$ 7.000, sehingga bisa menjadi pasar yang besar bagi produk kerajinan Indonesia.
"Inacraft sudah terkenal dan sudah menjadi brand di Malaysia, mereka datang berduyun-duyun datang ke Tanah Abang, Mangga Dua dan lain-lain," katanya.
Rudy menambahkan, ajang Inacraft diharapkan bisa diikuti oleh banyak peserta dari Indonesia, berdasarkan pengalaman sebelumnya peserta yang ikut hanya mencapai 20-30 peserta saja. Ia mengharapkan pada ajang Inacraft Lifestyle kali bisa diikuti paling tidak sampai 100 peserta.
"Target transaksi kita bisa mencapai Rp 5 miliar, selama 3 hari, tapi yang kita cari bukan 3 hari itu tapi kelanjutannya," jelasnya.
Sektor kerajinan Indonesia selama periode 2004-2008 cukup besar kontribusinya terhadap neraca perdagangan Indonesia. Tren pertumbuhan ekspor kerajinan mencapai 91%. Pada tahun 2008 nilai ekspor kerajinan Indonesia mencapai US$ 560,57 juta, untuk ke Malaysia mencapai US$ 4.767 dengan share 3,77%.
(hen/dnl)










































