"Total pembangunan kapal ini mencapai Rp Rp 98 miliar," ungkap Kepala Puslitbang Geologi Kelautan, Subaktian Lubis dalam konferensi pers acara peresmian pengoperasian kapal Geomarin III di Cirebon, Jawa barat, Rabu (5/8/2009).
Menurut Subaktian, kapal peneliti ini akan dioperasikan oleh pusat penelitian dan pengembangan geologi kelautan untuk melaksanakan survei dan pemetaan geologi kelautan untuk mendukung sektor ESDM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kepala Balitbang Departemen ESDM, Bambang Dwiyanto menambahkan perencanaan pembangunan kapal penelitian Geomarin III tersebut sudah dilakukan sejak 1993 dan sudah dimasukan dalam blue book bappenas.
Kapal tersebut akan digunakan untuk mempercepat survey dan pemetaan di kawasan laut dalam di Indonesia. Pembangunan kapal mulai dilakukan pada bulan April 2006 Setelah pendanaannya di setujui oleh Menkeu.
"Pembangunan kapal penelitian tersebut dilakukan oleh PT PAL melalui lelang terbuka," ungkap Bambang.
Kapal sepanjang 61,7 meter ini memiliki kecepatan maksimum sebesar 13,5 knot dengan daya jelajah selama 30 hari. Kapal yang memiliki lebar 12 meter dan tinggi geladak 6 meter ini memiliki mesin utama dua unit tipe medium dan berkekuatan 2x1000 HP dengan komplemen 51 orang.
Kapal ini juga dilengkapi dengan peralatan survei seperti sistem navigasi dan posisi, peralatan survei geologi, geofisika, dan oceanografi, laboratorium geologi dan geofisika, bengkel elektronika dan mesin, serta peralatan selam.
(epi/lih)











































