Hal ini disampaikan Ketua Dewan Holtikultura Nasional Benny Kusbini dalam simposium holtikultura, umbi-umbian, teh, kopi, dan kakao di Kantor Kadin, Jakarta, Rabu (5/8/2009).
Menurut Benny ada beberapa hal yang menyebabkan lemahnya daya saing tersebut yaitu rendahnya produktivitas, kemampuan untuk melakukan inovasi, terbatasnya kemampuan SDM yang terlatih, kurangnya koordinasi dalam implementasi kebijakan, tingginya biaya energi, bahan baku, transportasi, suku bunga kredit, dan upah buruh, perbankan yang tidak mendukung kondisi buruknya infrastruktur.
"Kita lihat permasalahan holtikultura adalah kebijakan pemerintah yang tidak berpihak," ujarnya.
Benny menambahkan usaha holtikultura masih memiliki peluang karena jumlah penduduk yang banyak, dan masih menjanjikan untuk komoditas ekspor.
"Selama ini pemerintah hanya fokus pada tanaman pangan, oleh karena itu untuk memajukan holtikultura diperlukan perhatian lebih dari Depatemen Pertanian," ujarnya.
Di tempat yang sama pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan bank masih enggan untuk memberikan kredit kepada sektor pertanian, karena itu dibutuhkan bank khusus pertanian.
(dnl/qom)











































