Penjualan Properti Semester I-2009 Turun 20%

Penjualan Properti Semester I-2009 Turun 20%

- detikFinance
Kamis, 06 Agu 2009 11:50 WIB
Penjualan Properti Semester I-2009 Turun 20%
Jakarta - Tingginya suku bunga kredit perbankan mengakibatkan lesunya industri properti di Indonesia, dimana selama semester I-2009 mengalami penurunan sebesar 20%.

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria mengatakan pertumbuhan yang minus ini didasari oleh masih tingginya suku bunga kredit yang diberikan oleh sektor perbankan walaupun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sudah turun sampai dengan 3%.

Teguh berpendapat, perumahan memang terdiri dari beberapa segmen, segmen yang mendapat subsidi dari pemerintah itu tidak menjadi masalah, serta segmen atas namun segmen menengah inilah yang menjadi permasalahan.

"Memang pada semester I, industri properti kurang menggembirakan. Hal ini dikarenakan masih tingginya suku bunga pasar khususnya bagi segmen menengah," ujar Teguh kepada detikFinance di sela acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI DKI Jakarta di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (06/08/2009).

Menurut Teguh penurunan suku bunga kredit perbankan sampai saat ini belum signifikan dibandingkan dengan penurunan BI Rate yang telah terjadi.Β  "Karena turunnya suku bunga perbankan masih tidak sesuai dengan harapan kami. BI Rate sendiri turun sampai 3% tapi rata-rata penurunan bunga perbankan masih 0,84%," tuturnya.

Dijelaskan Teguh tingkat bunga KPR saat ini masih berkisar antara 12,5-14% bahkan ada yang masih yang sebesar 15%. "Ini yang membuat industri di sektor properti mengalami penurunan," tegasnya.

Teguh menambahkan, harapan para pelaku sektor properti adalah suku bunga kredit yang diberikan perbankan hendaknya mendekati BI Rate. "Harapan kita bisa 4% diatas BI Rate atau berkisar antara 10% sampai 11,5%, itu yang masih oke," tegasnya.

Lebih lanjut Teguh mengatakan pada semester II nanti perbankan bisa terus menurunkan suku bunganya agar industri properti bisa terus berjalan. "Kita memproyeksikan pada semester II nanti akan ada pertumbuhan yakni mencapai 20%. Atau kembali seperti semula yang terjadi penurunan sebesar 20% di awal semester pertama tahun 2009," tandasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads