Hal ini disampaikan oleh Pemimpin Delegasi Industri India Rajive Kaul dari perusahaan Nicco Corporation usai bertemu Menteri Perindustrian Fahmi Idris di kantor Depperin, Kamis (6/8/2009).
"Kami targetkan nilai perdagangan kedua negara dilipatgandakan dalam 5 tahun ke depan, sampai US$ 20 miliar," katanya.
Menurutnya Indonesia dan India sama-sama negara yang memiliki potensi yang besar, yaitu sama-sama negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi, ditopang oleh jumlah populasi penduduk yang besar dan sama-sama menjadi negara demokrasi di Asia.
"Kedua negara sama-sama negara demokratis, populasinya sama-sama besar," ucapnya.
Saat ini ekspor Indonesia ke India masih didominasi oleh batubara, CPO, rempah-rempah, peralatan rumah tangga, hasil kerajinan, tekstil dan produk tekstil.
Berdasarkan data BPS dan Depperin total perdagangan Indonesia-India untuk sektor non migas, pada 2008 mencapai US$ 9,5 miliar. Pada tahun 2010 total perdagangan kedua negara termasuk migas US$ 10 miliar.
Investasi India di Indonesia menunjukan positif, misalnya perusahaan sepeda motor TVS dengan nilai investasi sebesar US$ 5 juta, akan ditingkatkan menjadi US$ 10 juta pada tahun 2009 ini.
Beberapa perusahaan lainnya yang telah menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia antara lain Bajaj Auto Limited, Relliance Industry dan National Alumunium Company.
(hen/dnl)










































