Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai menemui delegasi perngusaha India di kantornya, Gatot Subroto, Kamis (6/8/2009).
Fahmi mengatakan pasokan listrik program 10.000 MW tahap pertama dan kedua diperkirakan akan mulai tidak mencukupi kebutuhan listrik pada tahun 2015. Untuk itu pada tahun itu akan dilanjutkan dengan program tahap ketiga sebesar 20.000 MW.
Ia menjelaskan sekarang ini Indonesia telah memiliki kemampuan membuat boiler namun untuk pembuatan turbin, Indonesia masih belum bisa secara penuh. Dikatakannya kemampuan pembuatan turbin Indonesia hanya dalam daya 2 MW, sedangkan yang dibutuhkan adalah turbin yang berdaya 7 MW sampai 100 MW.
"Kita mengundang mereka (India) dan mereka menyambut positif sekali," jelas Fahmi.
Dalam merespons ini, rencananya pemerintah akan mengundang swasta dan BUMN di dalam negeri untuk membuat joint venture mengembangkan kemampuan pembuatan turbin dengan India.
Sementara itu Dirjen ILMTA Depperin Ansari Bukhari mengatakan, saat ini India memiliki kemampuan teknologi dalam pembuatan turbin berdaya 30 MW sampai 55 MW. Sehingga sangat cocok dengan kebutuhan turbin yang dibutuhkan Indonesia dalam program 10.000 MW.
"Belum ada yang bisa buat, kita buat maksimal hanya 2 MW, dibutuhkan joint venture Β bidang turbin," ucap Ansari.
(hen/dnl)











































