Hal ini disampaikan oleh Menteri Perumahan Rakyat Mohammad Yusuf Asy'ari di sela-sela pertemuan biro APMCHUD ke-4 di Jakarta, Hotel Mulia, Kamis malam (6/8/2009).
"Tangal 22-24 Juni 2010, ditetapkan kota Solo, berdasarkan hasil pertemuan Nairobi bulan Maret lalu," kata Asy'ari.
Asy'ari mengatakan forum APMCHUD diharapkan sebagai sarana pertukaran pengalaman sesama anggotanya dalam mengatasi masalah praktis dibidang penanganganan urbanisasi termasuk perumahan kumuh dan lain-lain. Saat ini anggota APMCHUD terdiri dari Indonesia, Qatar, Iran, India, Pakistan, China dan Armenia.
Ia mengatakan dalam konferensi di Solo nanti, Indonesia akan berbagi pengalaman kepada anggota APMCHUD lainnya dalam penangananan masalah urbanisasi misalnya akan ditampilkan proyek Pucang Sawit yaitu pemindahan pemukiman kumuh di tepi Sungai Bengawan Solo, yang dipindahkan ke lokasi Elok dan Pipitan di Solo.
"Solo pada dasarnya sudah siap, mungkin persiapannya 99% sudah siap," ujarnya.
Selain itu ada proyek penanganan serupa di kawasan Keratonan untuk bidang sanitasi, kawasan Notodipuro yaitu penanggulangan lokasi pasar pedagang kaki lima dan kawasan Nusuan di tepi Kali Anyar yaitu kawasan kumuh yang akan ditata dalam pola bedah kampung, semuanya berlokasi di Solo.
"Proyek-proyeknya ini sedang dalam proses on going , bulan Mei 2010 harus sudah selesai," ujarnya.
Dalam konferensi ketiga ini, Indonesia akan mengambil tema Empowering Communities for Sustainable Urbanization: Strengthening Local Capacity for Building Local Economy and Adapting to Climate Change , sejalan dengan isu pemanasan global yang sedang ramai menjadi wacana besar dunia.
Kantor Sekretariat Bersama APMCHUD
Sebagai organisasi yang masih relatif muda, diantara para anggota APMCHUD masih mengalami gesekan-gesekan terutama dalam menentukan kantor sekretariat bersama APMCHUD. Dalam pertemuan biro AMPCHUD di Jakarta (6-7 Agustus 2009), masing-masing anggota masih belum bersepakat mengenai pendirian lokasinya.
"Sampai saat ini masih dibicarakan. Usulan yang ada di India, New Delhi, memang yang berinisiatif APMCHUD ini di tahun 2006 penyelenggara pertamanya disana," katanya.
Meskipun ia mengatakan masalah ini, baru akan final, setelah pertemuan biro APMCHUD lanjutan di Armenia setelah bulan Oktober 2009.
APMCHUD merupakan organisasi antara pemerintah di kawasan Asia Pasifik yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama kawasan untuk mengatasi urbanisasi dan promosi strategi urbanisasi yang berkelanjutan.
Hingga kini pertemuan biro APMCHUD telah dilakukan keempat kalinya yang berlokasi di Jakarta, dari tanggal 6-7 Agustus 2009. Sedangkan penyelenggaraan konferensi baru dilakukan 3 kali yaitu pertama pada tahun 2006 yang berlangsung di India, kemudian kedua pada tahun 2008 di Iran dan rencananya ketiga ada di Solo Indonesia tahun 2010.
"Ini percontohan, kalau ini sukses maka bisa sebagai regulasi, atau percontohan atau replikasi ke daerah-daerah lainnya," imbuhnya.
(hen/dnl)











































