Hal ini disampaikan oleh Gubernur Aceh Irwandy Yusuf pada acara penandatanganan penyerahan hibah di Depkeu, Jumat (7/8/2009).
"Sejak awal Aceh sudah krisis listrik, krisis ini semakin besar dengan semakin berkembangnya industri dan populasi," kata Irwandy.
Ia mengatakan proyeksi kebutuhan listrik Aceh untuk 5 tahun ke depan mencapai 400 MW untuk rumah tangga saja, hal itu belum termasuk industri.
"Membangun kelistrikan di Aceh harus diperhitungkan untuk kebut ke depan. Sekarang di Aceh dalam tahap awal pembangan tenaga listrik dari batu bara sebesar 200 MW dari geothermal lagi mau dikembangkan 60 MW," jelasnya,
Ia juga mengatakan jika rencana itu berjalan lancar pada tahun depan akan dimulai pembangunan bendungan yang dapat menghasilkan listrik setelah dipasang turbin sebesar 200 MW.
"Kalau ini selesai sesuai rencana, listrik di Aceh cukup untuk rumah tangga dan industri," jelasnya.
Pada hari ini pemerintah Aceh telah resmi mendapat hibah dari pemerintah pusat sebanyak 3 turbin gas GTG 3X22MW dan luas tanah seluas 6,64 Ha. Dengan demikian defisit listrik di Aceh bisa terkurangi, sehingga ekonomi Aceh bisa lebih bergerak lagi, saat ini Aceh mengalami defisit listrik 100 MW.
(hen/dnl)











































