Saat dikonfirmasi mengenai keterlambatan tersebut, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengaku belum mendapatkan laporan detailnya.
"Saya belum dapat laporan yang mendetail. Saya baca dari media katanya ada keterlambatan," ujar Purnomo di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (7/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat dulu nanti BP Migas, karena BP migas punya norma-norma. Kita lihat keterlambatannya karena apa? Kita tidak bisa buru-buru karena harus dilihat itu salah siapa?" jelasnya.
Yang pasti, tambah Purnomo, molornya produksi blok Cepu membuat produksi blok ini tidak berkontribusi banyak kepada penerimaan negara tahun ini.
"Kita memang tidak berharap banyak dari Cepu tahun ini," ungkap Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro
Purnomo menjelaskan, jika blok Cepu mulai berproduksi pada akhir Agustus atau September maka pengaruhnya terhadap penerimaan negara tahun ini tidak akan signifikan.
"Misalkan Cepu mulai berproduksi 10 ribu bph - 20 ribu bph pada akhir Agustus atau September, maka dalam perhitungan penerimaan negara, berarti produksi empat bulan tersebut akan dibagi 12 bulan. Jadi sebetulnya efek dari blok Cepu kecil tahun ini," ungkapnya.
(epi/qom)











































