Demikian disampaikan oleh Director and Head Southeast Asia Region Confederation Of Indian Industry (CII) Neerja Bhatia kepada detikFinance , di sela pamera bertajuk 'Made In India' yang digelar 7-10 Agustus 2009 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (8/8/2009).
"Kami menyadari Indonesia merupakan target besar untuk menjual produk India. Orang Indonesia bisa kenal kualitas dan merek produk-produk India dan meningkatkan kerjasama bisnis antara kedua negara," ujarnya.
Neerja mengatakan pada pameran tersebut ada 70 pengusaha asal India yang memamerkan produk-produknya, pada pengusaha tersebut tergabung dalam Confederation of Indian Industry (CII).
"Kami ingin mempromosikan tren dari India. Alasan kami kemari adalah karena kami menyadari Indonesia berpotensial untuk menjadi trading partner dari negara ASEAN dan kami ingin memperkenalkan pada brand-brand India ke Jakarta. Untuk promosi produk, teknologi India ke Indonesia, itu alasan kita ke Jakarta," tuturnya.
Produk-produk yang ditawarkan di sini antara lain adalah sektor otomotif, komponen otomotif, perbankan, pertanian, rumah sakit, pariwisata, peteroleum dan gas, serta produk-produk kerajinan tangan asal India.
Menurut Neerja peristiwa bom yang terjadi baru-baru ini di kawasan Kuningan tidak menyurutkan niatnya untuk melaksanakan pergelaran tersebut, bahkan pengusa India optimis acara akan berjalanlancar.
"Teror tidak pengaruh sama sekali, karena ini adalah waktu untuk menunjukkan solidaritas India kepada Indonesia, dan India juga mengerti dengan masalah tersebut. Pameran ini telah kita rencanakan dari Januari lalu dan tidak ada perubahan rencana dengan berita bom tersebut," tandasnya.
Untuk penjualan, Neerja mengatakan produk kerajinan tangan memegang penjualan tertinggi dan dirinya berharap volume penjualan di Indonesia akan tinggi.
(dnl/dnl)










































