Harga Gula Semakin 'Pahit'

Harga Gula Semakin 'Pahit'

- detikFinance
Senin, 10 Agu 2009 06:48 WIB
Harga Gula Semakin Pahit
London - Harga gula di pasar internasional terus melambung. Harga gula di pasar komoditas internasional bahkan menyentuh titik tertingginya sejak tahun 1983.

Harga gula pada perdagangan Jumat (7/8/2009) di pasar London untuk pengiriman Oktober sempat melonjak hingga US$ 537,30 pounds per ton. Harga ini adalah merupakan yang tertinggi sejak pasar komoditas didirikan pada tahun 1983.

Dalam 3 pekan terakhir di pasar komoditas London, harga gula sudah melonjak hingga 25 persen. Di New York, harga gula non rafinasi untuk pengiriman Oktober juga melonjak ke titik tertingginya dalam 28 tahun terakhir menjadi 20,58 sen per pound.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Jumat di LIFFE, bursa berjangka London, harga gula putih per ton untuk pengiriman Oktober naik menjadi 493 ton pounds dari sebelumnya 475,70 pounds pada pekan sebelumnya.

Di NYBOT, harga gula non rafinasi pengiriman Oktober juga melonjak dari 18,34 sen per poun menjadi 18,76 sen per pound.

"Sehubungan dengan membaiknya sentimen akibat pemulihan perekonomian AS, hal itu telah memberikan support yang signifikan terhadap keseluruhan harga komoditas. Kita juga melihat sejumlah perkembangan yang spesifik di pasar gula," ujar Nicholas Snowdon, analis dari Barclays Capital seperti dikutip dari AFP, Senin (10/8/2009).

Ia menggarisbawahi masalah spesifik itu antara lain berlanjutnya masalah suplai di sektor pergulaan India juga memberikan pengaruh.

"Apa yang menambah kenaikan harga juga adalah meningkatnya ketidakpastian seputar produksi di Brasil di 2009 dan 2010," tambahnya.

Sementara di Indonesia, pemerintah kini juga sedang berjuang untuk menekan harga gula yang kini mencapai Rp 9.000 per kg di pasar ritel.

Mulai tanggal 3 Agustus 2009 Departemen Perdagangan telah malayangkan surat edaran kepada Menneg BUMN dan para pabrik gula (PTPN) untuk menjual harga pabrik atau harga lelang maksimal sebesar Rp 6.500 per kg.

Diharapkan kewajiban ini bisa menekan harga gula ke level Rp 7.000-7.500 per kg dari saat ini yang berada di atas Rp 8.600 per kg.

Menurut Mendag Mari Elka Pangestu, sekarang ini harga lelang  yang dilepas oleh pabrikan gula masih di atas Rp 7.000 per kg, sehingga memicu harga gula di pasaran berada di atas Rp 9.000 per kg. Kondisi ini kata dia, menunjukan tanda-tanda anomali karena faktanya pasokan gula cukup dan musim giling sudah terjadi dimana-mana.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads