Krugman: Great Depression Jilid II Bisa Dihindari

Krugman: Great Depression Jilid II Bisa Dihindari

- detikFinance
Senin, 10 Agu 2009 15:05 WIB
Krugman: Great Depression Jilid II Bisa Dihindari
Kuala Lumpur - Krisis finansial yang muncul sejak September 2008 sempat memunculkan kekhawatiran terjadinya peristiwa Great Depression jilid II. Namun kekhawatiran itu tampaknya tidak akan terwujud, meski perekonomian dunia masih butuh waktu lama untuk pulih.

Pemenang Nobel ekonomi Paul Krugman menyatakan, dunia kini bisa terhindar dari "Great Depression 2.0", namun butuh waktu hingga 2 tahun untuk membuat pemulihan penuh.

Krugman juga menyatakan, meski yang terburuk dari krisis finansial sudah berakhir, dunia kini masih menghadapi pelemahan ekonomi yang berlarut-larut layaknya periode 'dekade hilang' yang dialami Jepang pada era 1900-an.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana kita keluar? Saya kira jawaban teknisnya adalah--- hanya Tuhan yang tahu. Kita sekarang menghadapi kekurangan model aturan yang sangat banyak," ujar Krugman saat berbicara dalam forum bisnis internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, seperti dikutip dari AFP, Senin (10/8/2009).

Krugman menyatakan, pada masa lalu, pemulihan ekonomi yang cepat berlangsung saat negara-negara yang terkena dampak melakukan peralihan melalui perdagangan dengan negara lain yang memiliki surplus besar.

"Kecuali menemukan planet lain untuk ekspor, kita tidak akan memiliki negara-negara eksportir utama pulih dari krisis finansial global terkini, dan itu berarti kita menghadapi masalah serius," ujar profesor ekonomi dari Princenton University itu.

Solusi memungkinkan lainnya seperti belanja konsumen, investasi bisnis dan booming sektor perumahan semuanya masih sulit untuk dimulai di AS atau negara lain pada saat ini.

"Kita mungkin telah terhindar dari Great Depression 2.0, tapi saya percaya bahwa pemulihan sepenuhnya paling tidak memerlukan waktu 2 tahun atau bahkan lebih," ujarnya.

Krugman menambahkan, untuk melihat perbandingan yang seimbang pada kondisi sekarang, ekonom harus melihat lagi kondisi era 1930. Ketika itu, pelemahan ekonomi global bisa berakhir karena adanya 'program kerja publik' yang sangat besar yakni Perang Dunia II.

"Mudah-mudahan kita tidak akan mengulang strategi itu," canda Krugman.

Menurutnya, para pembuat kebijakan harus membuat lebih banyak program stimulus, menaikkan target inflasi dan menggebrak investasi.

"Kita tidak tahu mana dari semua hal ini yang akan bekerja, jadi kita perlu untuk mencoba semuanya," tambahnya.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads