Β
Hal itu dikemukakan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2009).
Β
"Bagus itu, lebih besar dari ekspektasi kami. Perkiraan kami kan 3,8 persen," katanya.
Β
Meski melebihi perkiraaan, ia mengatakan pertumbuhan kredit hingga akhir tahun tidak akan berubah, masih berada di kisaran 11-12 persen.
Β
"Masih tetap 11-12 persen, kalau kelebihan embludak," ujarnya.
Β
Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution mengatakan, pertumbuhan kredit 11-12 persen tersebut masih mampu menopang pertumbuhan ekonomi di angka 4 persen.
Β
"Kalau untuk 4 persen pertumbuhan itu cukup, tapi kalau (pertumbuhan ekonomi) lebih tinggi itu belum cukup," ujarnya.
Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2009 adalah sebesar 4% (yoy) atau melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2009 yang sebesar 4,4%.
Sementara laju pertumbuhan dalam semester I-2009 dikatakan Rusman adalah 4,2% (yoy) dibandingkan semester I-2008.Untuk pertumbuhan ekonomi quarter to quarter (qtoq) atau kuartal II-2009 terhadap kuartal I-2009 mencapai 2,3%.
(ang/qom)











































