Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan II-2009 mencapai 110,43, meningkat tajam dibandingkan posisi triwulan I-2009 yang berada di bawah level 100 yakni sebesar 96,91.
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) hanya mengalami peningkatan tipis ke level 106,42 di triwulan II-2009 dari 102,15 di triwulan I-2009.
Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan di kantornya, Pasar Baru, Jakarta, Senin (10/8/2009).
"Optimisme pebisnis meningkat tajam di triwulan II-2009," ujar Rusman.
Menurutnya, optimisme tersebut didorong oleh peningkatan kondisi bisnis seperti pendapatan usaha, kapasitas produksi dan rata-rata jam kerja. "Peningkatan ITB terjadi pada semua lapangan usaha," ujarnya.
Posisi nomor satu diduduki oleh pebisnis dari sektor transportasi dan telekomunikasi. Pada triwulan II-2009, ITB sektor ini mencapai 115,66, naik tajam dari posisi di triwulan I-2009 sebesar 98,74. "Kemudian diikuti oleh sektor jasa yang sebesar 114,99 di triwulan II-2009. Pada triwulan I-2009, ITB sektor jasa sebesar 102,96," ujarnya.
Meningkatnya optimisme pebisnis diperkirakan bakal terus berlanjut di triwulan III-2009. Rusman memprediksi level ITB di triwulan III-2009 akan mencapai 107,80. "Ini artinya akan ada peningkatan ITB di triwulan III-2009, hanya saja lebih lambat dari peningkatan di triwulan II-2009," ujarnya.
Menurut Rusman, faktor utama yang akan mendorong peningkatan ITB triwulan III-2009 adalah permintaan domestik menjelang bulan puasa dan hari raya idul fitri. "Sektor yang diperkirakan akan mengalami peningkatan optimisme secara tajam di triwulan III-2009 adalah sektor pertanian. Angkanya diperkirakan mencapai 117,34," ujarnya.
Sedangkan ITK triwulan II-2009 mengalami peningkatan tipis menjadi 106,42 dibanding triwulan I-2009 sebesar 102,15. Ini berarti, peningkatan optimisme konsumen lebih sedikit ketimbang para pebisnis.
Faktor utama yang menjadi pendorong ITK triwulan II-2009 adalah pendapatan rumah tangga yang mencapai 109,49 dari sebelumnya 105,32. "Pada triwulan III-2009, ITK Jabodetabek diperkirakan sebesar 109,05. Artinya tetap ada peningkatan, namun lebih lambat dari peningkatan di triwulan II-2009," ujarnya.
Menurut Rusman, faktor peningkatan pendapatan masih menjadi penopang utama kenaikan ITK di triwulan III-2009.
(dro/dnl)











































