Pabrik tersebut akan berdiri di area seluas 10 hektar dengan landscape konstruksi seluas 8,3 hektar yang terbagi menjadi 3 bagian pabrik yakni Utility Offsite dengan waktu pengerjaan 22 bulan, Area Asam Nitrat dengan waktu pengerjaan 23 bulan serta Area Amonium Nitrat File dalam masa pengerjaan 24 bulan.
"Pembangunan pabrik menyerap 200 orang tenaga kerja,terutama dari warga Bontang," kata Presiden Direktur PT KNI Antung Pandoyo kepada detikFinance usai pemancangan tiang paku bumi pertama pembangunan pabrik, Rabu (12/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pabrik ini menjadi terbesar di Asia," terang Antung.
Kegiatan pemancangan tiang pertama tersebut selain dihadiri Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam,juga dihadiri Dirjen Sarana dan Pertahanan Dephan Marsda Eris Heryanto,IEO Armindo Group Winni Arlita serta CEO Orica Australia Pltd Graeme Liebelt.
Antung menambahkan,pengoperasian pabrik tersebut nantinya akan memenuhi kebutuhan pasar amonium nitrat dalam negeri,dimana saat ini mencapai 350 ribu ton per tahun,yang dipasok salah satunya dari pabrik sejenis PT MNK di Cikampek,Jawa Barat.
"Saat ini pabrik MNK hanya mampu memproduksi 40 ribu ton per tahun," terang Antung.
Sementara CEO Orica Australia Pltd Graeme Liebelt menambahkan,join investasi pembangunan pabrik tersebut merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah Australia untuk tetap berinvestasi di Indonesia,khususnya di Kaltim.
"Kerjasama ini jelas meningkatkan potensi investasi yang di miliki Indonesia," kata Liebelt.
Antung menambahkan, Indonesia akan menghemat devisa hingga 180 Juta US$ dengan pembangunan pabrik Amonium Nitrat terbesar itu.
"Selama ini untuk pemenuhan kebutuhan amonium nitrat,pemerintah impor dari luar negeri.Dengan pabrik ini,tidak perlu lagi mengimpornya," kata Antung.
Ia menambahkan, kebutuhan amonium nitrat dalam negeri, ke depan akan semakin terus meningkat. Hal itulah yang melatarbelakangi pembangunan pabrik di Bontang.Selama ini, sambung Antung, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan Amonium Nitrat dengan mengimpor dari berbagai negara seperti Thailand, Filipina dan India.
"Pabrik di Bontang akan memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujar Antung.
Dijelaskannya,amonium nitrat merupakan bahan peledak untuk keperluan kegiatan pertambangan dan konstruksi di Indonesia.Penggunaannya pun akan diawasi ketat oleh pemerintah.
"Kegiatan pertambangan di dalam negeri terus menggeliat," imbuh Antung.
(qom/qom)










































