Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perikanan Budidaya Made L. Nurdjana usai acara SimposiumPerikanan yang diadakan di kantor Kadin, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/8/2009).
Menurut Made volume produksi perikanan budidaya naik tajam dari 1,5 juta ton pada 2004 menjadi 3,5 juta pada 2008. Untuk mencapai target ekspor tersebut butuh penguatan modal dalam bentuk kredit perbankan, selain itu APBD untuk pendanaan.
"Penting ada kredit-kredit program, namun sampai sekarang masih nol. Mungkin karena para investor masih melihat risiko besar pada bidang ini," ujarnya.
Sejauh ini perkembangan bisnis produksi perairan di Indonesia belum bisa menyaingi China, padahal potensi alam Indonesia sangat besar. "China tidak ada apa-apanya dengan Indonesia dari segi potensi," tandas Made.
(dnl/dnl)











































