Pemerintah-Pemda NTB Bersinergi Beli Saham Newmont

Pemerintah-Pemda NTB Bersinergi Beli Saham Newmont

- detikFinance
Rabu, 12 Agu 2009 18:08 WIB
Pemerintah-Pemda NTB Bersinergi Beli Saham Newmont
Jakarta - Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) akan melakukan sinergi untuk pembelian saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Pemerintah kini sedang mencari formulasi yang tepat untuk mekanisme pembeliannya.

Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kantor presiden, Jakarta, Rabu (12/8/2009).

"Saya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar aspirasi dari pemerintah daerah dan dalam hal ini keputusan dari pemerintah untuk membelinya bisa memberikan kebaikan yang maksimal bagi kepentingan negara dan juga bagi kepentingan daerah. Itu yang sekarang akan saya sampaikan," urainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, Pemda NTB melakukan pembelian saham divestasi Newmont melalui anak usahanya PT Daerah Maju Bersaing (DMB). Dalam eksekusinya, PT DMB dibantu oleh anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Multicapital. Kedua belah pihak bahkan sepakat untuk patungan membentuk anak usaha PT Multi Daerah Bersaing untuk pembelian saham ini.

Pemda NTB memiliki jatah untuk divestasi 10 persen saham itu ada pada harga US$ 391 juta atau setara dengan Rp 4,1 triliun. Sebesar 10% saham itu merupakan jatah divestasi 2006 dan 2007.

Sementara pemerintah mendapatkan jatah divestasi untuk tahun 2008 dan 2009 secara total 14%. Sebelumnya pemerintah dan Newmont sudah menyepakati nilai 100 persen aset NNT sebesar US$  3,526 miliar. Dengan nilai aset sebesar itu, maka nilai 14 persen saham divestasi untuk  2008 dan 2009 adalah sebesar US$ 493,64 juta.

Menneg BUMN Sofyan Djalil sebelumnya bersikeras agar jatah divestasi pemerintah pusat dieksekusi melalui BUMN yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan menggandeng BUMN investasi pemerintah. Kabar terakhir yang beredar, pemerintah pusat akan menyerahkan saham divestasinya ke Pemda. Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Sri Mulyani tak menjawab.

"Pemerintah dalam posisi membeli untuk kepentingan negara dan daerah. Nanti kita carikan formulasinya," jelas Sri Mulyani.

Kabarnya sudah menunjuk Antam? "Untuk hal itu saya tidak akan sampaikan apa-apa. Hanya keputusan itu saja," tegasnya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads