Pemerintah lanjutkan Program Restrukturisasi Mesin di 2010

Pemerintah lanjutkan Program Restrukturisasi Mesin di 2010

- detikFinance
Rabu, 12 Agu 2009 18:31 WIB
Pemerintah lanjutkan Program Restrukturisasi Mesin  di 2010
Jakarta - Departemen Perindustrian (Depperin) memastikan melanjutkan program restrukturisasi mesin di tahun 2010. Secara keseluruhan anggaran restrukturisasi (peremajaan) mesin pada 2010 sebesar kurang lebih Rp 350 miliar yaitu untuk industri tekstil, alas kaki dan  gula.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka (ILMTA) Depperin Ansari Bukhari usai acara pameran The 4 International Metalworking and Machine Tools di JIExpo 2009 Jakarta, Rabu (12/8/2010).

“Program restrukturisasi tahun 2010 masih berlanjut,” katanya.

Dikatakannya program restrukturisasi mesin industri manufaktur tetap dibutuhkan untuk memperkuat daya saing dan kemampuan produksi. Selama ini sektor industri manufaktur umumunya masih menggunakan mesin-mesin uzur.

Ia mencontohkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) umumnya beroperasi dengan mesin yang berusia di atas 10 tahun. Industri sepatu juga masih menggunakan mesin produksi di atas 10 tahun. Industri gula lebih parah lagi, berproduksi dengan mesin di atas 20 tahun. Mesin-mesin produksi yang tua akan menurunkan produktivitas serta boros energi.

“Besok ada FTA dengan India, sebagai salah satu kompetitor kita  bahkan sebentar lagi dibahas dengan Australia. Ini mengharuskan industri berdaya saing, tanpa moderninasi kita susah bersaing,” katanya.

Ansari menjelaskan, Depperin telah menggulirkan program restrukturisasi mesin untuk sektor TPT sejak 2007. Pemerintah menargetkan program tersebut dilakukan selama lima tahun, sejak 2007 sampai 2011.

Revitalisasi Pabrik Pupuk


Selain program restrukturisasi mesin, Depperin juga memastikan akan melakukan program serupa dalam bidang industri kimia pada tahun depan khususnya sektor pabrik pupuk. Namun dalam industri pupuk ini lebih pada pendekatan revitalisasi secara keseluruhan tidak hanya mesin skala kecil.

“Kalau yang industri kimia itu dalam bentuk revitalisasi pabrik pupuk, bukan permesinan tetapi lebih pada pabriknya,” timpal Direktur Industri Kimia Hulu Alexander Barus.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads