"Kalau bisa nasional. Kita ingin imbau mereka lebih perhatikan itu," ungkap Dirjen Minerbapabum, Bambang Setiawan di sela Coffee Morning , di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Kamis (13/8/2009)
Bambang mengakui, saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang menyampaikan minatnya untuk membeli tambang milik perusahaan asal Australia tersebut. "Kalau yang berminat banyak, mungkin lebih lima perusahaan. Tapi mereka masih belum menyampaikan secara resmi, baru informal saja,"Β jelasnya.
BHP Biliton sudah memastikan hengkang dari Indonesia. Perusahaan asal Australia tersebut berjanji akan segera mencari investor yang akan menggantikannya.
Perusahaan asal Australia itu mundur dan segera bersiap-siap cari penggantinya. Keputusan BHP menarik diri dari Indonesia murni keputusan internal bisnis kantor pusat perusahaan itu di Australia.
BHP Billiton sebelumnya menyatakan akan menghentikan seluruh proyeknya di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. 450 karyawan BHP Billiton di Indonesia pun terancam pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sebagai bagian dari peninjauan terus menerus terhadap proyek batubara Maruwai, maka BHP Billiton memutuskan untuk tidak meneruskan proyek tambang Haju di bawah PT Lahai Coal.
Proyek batubara Maruwai terdiri dari tujug Perjanjian karya Pengusahaan Pertambangan batubara (PKP2B). Dari tujuh PKP2B ini, BHP Biliton sedang membangun Tambang Haju (PT Lahai Coal), dan melakukan kajian kelayakan pada blok Lampunut (PT Maruwai Coal) dalam rangka penyelidikan pengembangan tambang terbuka batubara.
(epi/dnl)











































