"Saya kira perlu alokasi khusus tambahan di 2010. Kita sedang bicara dengan DPR, kalau perlu defisit anggaran ditambah jadi 2%. Sisanya diserahkan pada infrastruktur," ujar Ketua Kadin, M.S. Hidayat usai penganugerahan Annual Report Award 2008 di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (12/8/2009) malam.
Saat ini, pemerintah mengajukan angka defisit APBN 2010 sebesar 1,6%. Namun menurut Kadin, pemerintah memerlukan ruang alokasi tambahan guna berjaga-jaga atas kemungkinan kebutuhan dana tak terduga di 2010.
Mengenai stimulus fiskal, Kadin melihat kebijakan tersebut masih perlu dilakukan secara intensif di 2010. "Saya kira stimulus fiskal masih dibutuhkan, meskipun pemerintah secara tidak langsung akan memberikan stimulus, namun melalui anggaran departemen juga perlu diberikan," ujarnya.
Sementara terkait lambatnya penyerapan APBN 2009, Kadin menganggap hal itu disebabkan adanya hambatan-hambatan yang bersifat birokratis.
"Kalau lambat itu urusan birokrasi, jadi yang diperbaiki birokrasinya. Tapi kebutuhan untuk mempercepat dan memperbesar tetap ada. Dalam pandangan kami, pemerintah baru reformasi birokrasi, infrastruktur harus dijalankan dan itu banyak aturan overlapping diperlukan perppu baru. Kami bikin list bagaimana infrastruktur di jalankan. Pemerintah perlu review banyak sekali aturan yang overlapping antar departemen dan antar pusat dan daerah," papar Hidayat.
Dampak penurunan BI Rate juga dinilai akan memberikan signal positif pada rencana ekspansi sektor riil. "Mudah-mudahan. Sejak awal triwulan III-2009, banyak sektor riil yang sudah ancang-ancang mau melakukan ekspansi," ujarnya
(dro/dnl)











































