Hal itu dikemukakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bambang Soesantono di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2009).
"Pemerintah masih membuka kemungkinan terbaik untuk masyarakat. Apakah bentuknya jembatan atau terowongan atau bisa juga keduanya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya mentargetkan kajian tersebut bisa selesai dalam 1-2 tahun ke depan. Proyek yang membutuhkan dana kurang lebih sebesar Rp 100 triliun tersebut membutuhkan waktu pembangunan 8-10 tahun.
Ia menambahkan, pemerintah juga akan kembali menggandeng pihak lain dalam pembangunan jembatan dengan panjang sekitar 29 km tersebut.
"Nanti terbuka untuk swasta melalui tender karena investasi proyek yang besar sekali," ungkapnya.
Ia mengaku, pemerintah juga masih mengkaji sumber dana yang akan digunakan untuk proyek tersebut. Menurutnya, uangnya bisa diambil langsung dari APBN melalui salah satu departemen atau bisa juga dari dana infrastruktur melalu PT Sarana Multi Infrastruktur.
(ang/dro)










































