"Kita inginnya tetap join dengan Multicapital," ungkap Komisaris PT Daerah Maju Bersaing (DMB) Heriyadi Rahmat saat dihubungi, Jumat (14/8/2009).
PT Daerah Maju Bersaing (DMB) merupakan BUMD yang dibentuk Pemda NTB untuk akuisisi ini 10% saham Newmont jatah Pemda. Sementara Multicapital merupakan anak usaha Bakrie Capital dan Bumi Resources. Multicapital dan PT DMB telah sepakat membentuk perusahaan patungan PT Multi Daerah Bersaing
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
selesai.
"Kalau perjanjian awalnya memang seperti itu," ungkap Heriyadi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB.
Meskipun begitu, Heriyadi mengakui, pihaknya tetap membuka peluang untuk BUMN jika ingin masuk dalam join venture yang telah dibuatnya dengan Multicapital. Menurut dia, jika Multicapital BUMN, dan Pemda nanti bergabung, Pemda berharap kepemilikan Pemda dalam konsorsium itu tetap 25 persen atau sama seperti proses divestasi 10 persen yang telah dilakukannya dengan Multicapital.
"Kalaupun BUMN masuk, dalam konsorsium itu kami ingin mendapatkan 25 persen, dan sisanya yang punya uang," ungkapnya.
Heriyadi mengaku, saat ini Menkeu dan Gubernur masih belum memutuskan bagaimana mekanisme pembelian 14 persen saham tersebut.
"Dalam pertemuan kemarin Menkeu hanya menyampaikan kalau Pemerintah akan membeli 14 persen divestasi saham tersebut," ungkapnya.
Pemerintah pusat mendapatkan jatah divestasi untuk tahun 2008 dan 2009 secara total 14%. Sebelumnya pemerintah dan Newmont sudah menyepakati nilai 100 persen aset NNT sebesar US$ 3,526 miliar. Dengan nilai aset sebesar itu, maka nilai 14 persen saham divestasi untuk 2008 dan 2009 adalah sebesar US$ 493,64 juta.
Sementara Pemda NTB mendapatkan jatah divestasi Newmont tahun 2006 dan 2007 sebesar 10%. Pemda NTB memiliki jatah untuk divestasi 10 persen saham itu ada pada harga US$ 391 juta atau setara dengan Rp 4,1 triliun.
(epi/qom)










































