"Departemen Pertanian sebagai salah satu ujung tombak pertanian, justru hanya mendapat alokasi pagu anggaran Rp 7,9 triliun atau mengalami penurunan," kata Rama Pratama anggota Fraksi PKS saat pandangan fraksi di rapat paripurna di DPR-RI, Jumat (14/8/2009).
Dikatakan Rama, padahal dalam RKP 2010 sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang dapat mendukung pemulihan ekonomi sesuai dengan tema pemerintah di 2010 yaitu pemulihan perekonomian nasional dan pemeliharaan kesejahteraan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ternyata masih jauh panggang dari api," jelasnya.
Sedangkan mengenai dasar asumsi makro, fraksi PKS menilai pemerintah perlu merevisi asumsi harga minyak dari US$ 60 per barel. Mengingat saat ini harga
minyak sudah berada di angka US$ 70 per barel. Bahkan ia mengatakan target lifting minyak sebesar 965.000 barel per hari masih menunjukan indikasi
konservatif pemerintah.
"Ini indikasi bahwa janji-janji pemerintah untuk memperbaiki manajemen sektor energi belum sepenuhnya terpenuhi," ujarnya.
Khusus mengenai target pertumbuhan ekonomi, fraksi PKS menilai agar pemerintah lebih agresif lagi dari target 5% di tahun depan karena masih dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan ekonomi periode sebelumnya.
"Pertumbunan yang ditargetkan 5%, perlu didorong untuk menjadi lebih besar serunya," katanya.
Rapat Paripurna DPR-RI ke-2 mengenai pandangan umum fraksi-fraksi terkait RUU APBN 2010 beserta nota keuangannya dijadwalkan dimulai pukul 14.00
sempat molor satu jam. Rapat paripurna yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar ini, dihandiri oleh Menkeu Sri Mulyani sebagai perwakilan pemerintah.
Sebanyak 10 fraksi tersebut disampaikan antara lain oleh fraksi PKS diwakili Rama Pratama, fraksi Bintang Pelopor Demokrasi Muhammad Tonas, fraksi Partai Bintang Reformasi oleh Zulhendri Chaniago, fraksi PDS oleh Walman Siahaan, fraksi partai golkar Kahar Muzakir, fraksi PDI Perjuangan oleh Jacobus Kamarlo Mayongpadang, fraksi Partai Demokrat oleh Mirwan Amir, fraksi PPP oleh Zainut Tauhid Sa'adi, fraksi PAN Nurhadi M Musawir dan fraksi PKB Ahmad Mubassyir Mahfud.
(hen/dro)











































