Demikian dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu disela acara acara Harmoni Indonesiaku dan Dukungan Pulau Komodo sebagai 7 keajaiban dunia di Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat Malam (14/08/2009).
"Mungkin (diatas 5 persen). Semua itu mungkin jika memang sumber-sumbernya bisa dipertanggungjawabkan. Nanti kita lihat apakah pada triwulan III-2009 memang ada pemulihan ekonomi global, Bahkan Jerman dan Perancis juga masuk zona positif growth di kuartal II," ujar Anggito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggito menegaskan, perkembangan ekonomi dunia yang mulai pulih tidak akan menjadi bumerang bagi Indonesia. "Jika semua pulih berarti daya beli dunia naik, sehingga kita bisa menjual produk-produk kita dan aliran modal mulai masuk sehingga investasi bisa tumbuh," tuturnya.
Untuk diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyampaikan Nota Keuangan beserta RAPBN 2010 yang diajukan pemerintah kepada DPR. SBY mengatakan RAPBN 2010 diarahkan untuk mencapai sasaran-sasaran prioritas pembangunan.
Asumsi makro pada RAPBN 2010 adalah sebagai berikut:
* Pertumbuhan ekonomi 5%
* Tingkat inflasi 5%
* Nilai tukar rupiah rata-rata Rp 10.000/US$
* Suku bunga SBI 3 bulan rata-rata 6,5%
* Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 60 per barel
* Lifting minyak 965 ribu barel per hari.
Sedangkan untuk pendapatan dan hibah negara pada RAPBN 2010 ditargetkan sebesar Rp 911,5 triliun atau meningkat Rp 38,8 triliun dibandingkan RAPNB-P 2009. Dari rencana pendapatan negara dan hibah yang ditargetkan mencapai Rp911,5 triliun dalam tahun 2010, penerimaan perpajakan direncanakan mencapai Rp729,2 triliun, sedangkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) diperkirakan mencapai Rp180,9 triliun.
Anggaran belanja negara di 2010 juga ditargetkan mencapai Rp 1.009,5 triliun atau meningkat Rp 3,8 triliun dibandingkan RAPBN-P 2009. Sehingga defisit anggaran di 2010 mencapai Rp 98 triliun atau 1,6% dari PDB.
Pada RAPBN 2010 alokasi anggaran belanja pemerintah pusat tahun 2010 sebesar Rp699,7 triliun, anggaran belanja yang direncanakan untuk seluruh Kementerian Negara/Lembaga mencapai Rp327,6 triliun, atau naik sebesar Rp10,6 triliun dibandingkan dengan perkiraan realisasinya di tahun 2009. Kenaikan anggaran belanja Kementerian Negara/Lembaga tersebut terutama untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran yang direncanakan dalam RKP 2010.
(dru/ang)










































