"Kalau menjelang Idul Fitri hingga sekitar H+3 setelah lebaran itu biasanya aman, karena pabrik-pabrik libur dan beban listrik akan turun sekitar 30%," ujar Dirjen Listrik ESDM, J Purwono saat ditemui di gedung ESDM, Minggu (16/8/2009).
Oleh sebab itu, PLN optimistis pasokan listrik selama periode puasa dan lebaran aman dan terkendali. Rencananya, pada Selasa, 18 Agustus 2009, PLN akan menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.
"Kita akan merapatkan dulu dengan Menko Kesra hari Selasa depan. Tapi pada dasarnya, kalau sekitar Idul Fitri nggak ada masalah. Libur pabrik-pabrik akan membuat beban turun. Jadi listrik masyarakat aman. Tapi yang perlu kita dorong adalah agar selama periode puasa, pasokan listrik tidak boleh terganggu," ujarnya.
Menurut Purwono, PLN akan mencermati pergerakan beban listrik saat menjelang buka puasa hingga pukul 10 malam. Biasanya, lanjut Purwono, selama rentang waktu tersebut, beban listrik bisa meningkat sangat tinggi.
"Kalau sahur itu bukan waktu puncak beban penggunaan listrik. Beban puncakyang kita waspadai adalah dari sore sampai jam 10 malam. Sahur tidak ada masalah. Justru saat buka puasa biasanya beban puncak akan meningkat," ujarnya.
(dro/dro)











































