Hal ini disampaikan oleh Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak usai acara sepeda sehat di kantor Departemen PU Minggu (16/8/2009)
"Pembangunan untuk terowongan membutuhkan waktu sampai dua tahun," katanya.
Ia menjelaskan pembangunan terowongan itu akan dibangun di wilayah perlintasan kereta api di kawasan Nagrek yang selama ini cukup mengganggu arus lalu lintas. Diharapkan dengan adanya pembangunan terowongan, maka kemacetan di Nagrek bisa dihindari.
"Soal dananya belum, masih tunggu hasil study," jelasnya.
Secara prinsip pembangunan terowongan Nagrek merupakan bagian dari pelebaran jalan di kawasan tersebut, selain itu kontur kawasan Nagrek Garut yang curam membuat pembangunan terowongan menjadi solusi yang tepat seperti yang terjadi di jalan-jalan pegunungan wilayah di Sumatera.
(hen/dro)











































