"Keuntungan tahun ini, menurut perkiraan saya mencapai Rp 8 juta," ujar Jumana, salah seorang pengusaha kaki lima pernak-pernik kemerdekaan saat berbincang-bincang dengan detikFinance , di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (16/8/2009).
Jumana merupakan pedagang yang biasa berjualan di areal pasar Tanah Abang. Namun, khusus menyambut peringatan hari kemerdekaan, ia membuka usaha musiman, yakni berjualan pernak-pernik kemerdekaan. Barang-barang yang dijual Jumana seperti bendera, umbul-umbul, baju bertuliskan pesan-pesan kemerdekaan serta tiang bendera dari bambu.
"Saya mulai ikutan usaha musiman ini sejak 1991. Kalau tahun ini saya mulai tanggal 29 Juli. Masih sepi, baru banyak yang beli pada 10 Agustus," ujarnya.
Jumana mengaku, omzet per harinya bisa mencapai Rp 800 ribuan kalau dirata-rata. Modal yang ia keluarkan untuk membuka usaha musiman ini sebesar Rp 17 juta. Meski belum berakhir, namun Jumana sudah memperkirakan keuntungan sebesar Rp 8 juta.
"Pastinya baru bisa dihitung nanti, setelah jualan tutup. Hari ini terakhir saya jualan ini. Besok sudah tidak lagi," ujarnya.
Jumana membawa stok bendera kurang lebih 5 kodi, umbul-umbul 30 kodi, baju 60 lusin dan tiang bendera bambu 40 buah. Barang-barang tersebut dijual dengan harga berkisar antara Rp 7.500 hingga Rp 12.000 per buah.
"Bendera rata-rata laku 1 kodi per hari, umbul-umbul 1-5 kodi per hari, kaos sekitar 1 lusin per hari. Kalau tiang bendera jarang yang beli. Tapi saya juga menerima jual pesanan. Cukup banyak juga kok yang melalui pesanan," ujarnya.
Jumana mengaku tak bosan mengikuti usaha musiman ini. Wajar saja, dari tahun ke tahun keuntungan yang diperoleh semakin besar. Pada tahun 2007 ia memperoleh keuntungan Rp 3 juta. Tahun 2008 sebesar Rp 5 juta. Tahun ini, Jumana memperkirakan bakal memperoleh keuntungan Rp 8 juta, tumbuh 60% dari keuntungan di tahun 2008.
"Memang pernah merugi waktu di tahun 2005-2006. Saya juga tidak tahu kenapa bisa rugi. Biasanya selalu untung seperti 3 tahun belakangan ini," ujarnya.
Menjelang penutupan penjualannya ini, Jumana mengaku akan mengobral sisa stok barang yang ia punya. "Modal sudah balik. Jadi jam 5an akan saya obral saja, jual di harga dasar, tidak untung jugatidak apa-apa," ujarnya.
(dro/dro)










































