Medco Minta ICW Lebih Teliti Soal Harga LNG Senoro

Medco Minta ICW Lebih Teliti Soal Harga LNG Senoro

- detikFinance
Selasa, 18 Agu 2009 15:31 WIB
Medco Minta ICW Lebih Teliti Soal Harga LNG Senoro
Jakarta - Harga jual gas Senoro tidak merugikan negara seperti yang ditundingkan ICW. Konsorsium Donggi Senoro LNG (DS-LNG) menegaskan harga jual gas senoro merupakan harga jual gas tertinggi di Indonesia.

Konsorsium meminta ICW lebih teliti dalam menyajikan fakta dan memahami konteks teknis dari proyek tersebut.

"Kita menjual gas saat ini dengan harga US$ 6,16 itu adalah tertinggi di Indonesia dengan formula minyak," ujar Direktur Proyek Medco Internasional, Lukman Mahfoedz dalam pesan singkatnya, Selasa (18/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Medco merupakan anggota konsorsium DS-LNG. Anggota konsorsium lainnya adalah PT Pertamina (persero) dan Mitsubishi.

Menurut Lukman, jika harga jual dinaikan US$ 2-2,4 per mmbtu dari harga jual gas senoro di upstream saat ini sekitar US$ 6,16 per mmbtu seperti yang sarankan ICW, maka dikhawatirkan tidak akan ada yang mau
membeli gas tersebut.

"Dimana ada proyek baru  di dunia atau di Indonesia yang bisa menjual dengan harga itu ?" ungkapnya.

Lukman menjelaskan, seharusnya sebelum berbicara, ICW membandingkan dengan proyek-proyek yang sedang berjalan.

"ICW Harus bicara dengan fakta dan diteliti dulu," jelasnya.

Ia menambahkan, jika ICW ingin membandingkan harga jual gas, seharusnya ICW tidak menyamakan harga jual gas di upstream, dengan harga gas ekspor.

"Kalau disebut gas exsport berarti itu adalah sudah dalam bentuk LNG atau campuran dengan LNG, sebab ada juga gas yang diexsport dari Natuna. Apakah ICW benar-benar mengerti bedanya antara upstream dan downstream  struktur ?" jelasnya.

Sebelumnya, ICW menyarankan agar pemerintah meninjau ulang ICW proyek Donggi senoro. ICW merekomendasikan agar proyek ini menggunakan skema upstream (hulu) agar lebih ekonomis.

Namun jika ingin proyek ini tetap menggunakan skema hilir (downstream), menurut  Koordinator Divisi Pusat Data dan Analisis ICW, Firdaus Ilyas Firdaus, maka harga jual gas harus wajar. Firdaus menilai harga jual gas senoro ke PT DSLNG dikisaran US$ 6,16 per MMBTU pada JCC US$ 70 per barel masih sangat rendah.

Sebab dalam neraca ekspor gas alam, selama tahun 2007-2008, pada harga JCC US$ 70 per barel maka harga terata gas alam adalah US$ 8,4 per mmbtu sehingga ada selisih sebesar US$ 2,24  per mmbtu, maka potensi kerugian negara setiap tahun adalah US$ 305 juta atau selama 15 tahun mencapai US$ 4,589 miliar.

"Kalau pakai skema downstream maka harga jual gas dinaikan sekitar US$ 2-2,4 per mmbtu," kata Firdaus di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Selasa (18/8/2009).

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads