Harga Gula Sulit Turun Sampai Akhir Tahun

Harga Gula Sulit Turun Sampai Akhir Tahun

- detikFinance
Rabu, 19 Agu 2009 08:40 WIB
Harga Gula Sulit Turun Sampai Akhir Tahun
Jakarta - Para pedagang gula memprediksi harga gula dalam negeri hingga akhir tahun belum akan turun ke level yang wajar. Masih tingginya harga gula internasional dan faktor internal sistem perdagangan gula di dalam negeri membuat harga gula sulit turun.

Hal ini disampaikan Oleh Ketua Umum Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) Natsir Mansyur saat ditemui di kantor Departemen Perdagangan, Jakarta, Selasa malam (18/8/2009).

Saat ini, kata dia, harga gula di tingkat konsumen masih diatas Rp 8.500 per kg, padahal musim giling sudah terjadi dimana-mana. Tingginya harga gula internasional memberikan dampak psikologis bagi para pedagang untuk menjual dengan harga yang lebih tinggi.

"Perlu diperhatikan sekarang ini sebagian besar gula itu sudah ada di pedagang besar. Di bulan April lalu sudah ada penjualan forward (ijon) oleh produsen gula (PTPN), untuk pembelian Juli-Agustus dengan alasannya cash flow," sergahnya.

Ia menjelaskan setidaknya ada 300.000 ton gula yang sudah dipegang terlebih dahulu oleh pedagang besar karena sistem ijon tersebut. Bahkan ia mengatakan pada bulan April lalu, harga tebusan dari produsen gula hanya Rp 6.000 per kg sedangkan saat ini bisa mencapai Rp 7.500 per kg.

"Sekarang ini keran gula ada di tangan mereka (8 samurai), merekalah yang bebas menentukan," kilahnya.

Ia menilai saat ini pihak pemerintah (Depdag)  tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan himbauan  menteri perdagangan untuk menjual harga eks pabrik Rp 6.500 per kilo hanya lah isapan jempol belaka. Di lain pihak, peran Bulog dalam menyalurkan distribusi gula tidak efektif, karena ia menilai mekanismenya terlalu panjang dan jumlah gula yang didistribusikan relatif kecil.

"Kalau seperti ini terus, sampai akhir tahun ini pun nggak mungkin turun," ujarnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads