DPD Sentil Krisis Listrik di Daerah Kaya Energi

DPD Sentil Krisis Listrik di Daerah Kaya Energi

- detikFinance
Rabu, 19 Agu 2009 10:53 WIB
DPD Sentil Krisis Listrik di Daerah Kaya Energi
Jakarta - Daerah-daerah khususnya yang berada di luar pulau Jawa tidak bosan-bosannya mengeluhkan kurangnya pemerataan infrastruktur dan energi, khususnya listrik.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita mengatakan masalah krisis energi terutama listrik di luar pulau Jawa masih sangat parah.

"Masalah yang tak henti-hentinya diungkapkan oleh daerah adalah kebutuhan infrastruktur yang sangat mendesak," ujar Ginandjar dalam Pidato di depan anggota DPD dan Presiden RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tingkat lapangan banyak daerah, utamanya di luar Jawa, menghadapi  krisis energi-listrik. Bahkan dirasakan sangat ironik bahwa daerah penghasil energi; seperti minyak dan gas di tanah Papua dan termasuk batubara, di Riau dan Kalimantan Timur, kerap kali mengalami pemadaman listrik," imbuhnya.

DPD mendorong agar pemerintah dapat secepatnya menangani masalah kelangkaan listrik di berbagai daerah itu agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat berkembang.

"Masalah infrasruktur lainnya yang bagi 'banyak daerah cukup serius adalah transportasi," jelasnya.

Ginanjar mengatakan sarana transportasi merupakan urat nadi perekonomian dan merupakan prasarana dasar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu DPD mengimbau pemerintah untuk mengevaluasi kembali sistem transportasi nasional termasuk turunannya pada sistem jaringan jalan dan transportasi daerah.

Hal itu penting untuk memacu kegiatan perekonomian rnasyarakat, dan tidak kurang pentingnya sebagai bagian dari sistem pengendalian wilayah dalam rangka menjaga keutuhan nasional.

"Sebagai rangkuman, kebijakan-kebijakan pokok termasuk alokasi anggaran untuk pembangunan dan pengembangan potensi sumber daya  alam di daerah dan infrastruktur utamanya di luar Jawa perlu menerapkan kebijakan  khusus (affirrmative action ). Tanpa itu maka daerah-daerah, walaupun yang potensial akan sulit terbangun dan rakyatnya tetap berkembang," tandasnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads