BUMN Pupuk Perlu Subsidi

BUMN Pupuk Perlu Subsidi

- detikFinance
Rabu, 19 Agu 2009 11:16 WIB
BUMN Pupuk Perlu Subsidi
Jakarta - Kementerian Negara BUMN mengusulkan pemberian subsidi kepada BUMN pupuk yang mengalami kerugian akibat ditutupnya kran ekspor pupuk oleh pemerintah. Larangan ekspor pupuk telah menyebabkan penumpukan stok.

Menurut Menneg BUMN Sofyan Djalil, keputusan penutupan kran ekspor pupuk ini dilakukan karena pemerintah ingin memprioritaskan kebutuhan pupuk dalam negeri. Namun jika terjadi kerugian, maka kerugian yang ditanggung BUMN pupuk tersebut akan dihitung dalam bentuk subsidi.

"Karena pupuk bukan barang yang bebas, kalau pemerintah katakan tidak boleh ekspor, maka harus ada mekanisme bagaimana nanti  kerugian BUMN pupuk itu harus ditalangi," ujar Sofyan di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (18/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Sofyan menyatakan pihaknya akan bicara hal tersebut dengan menteri terkait."Nanti akan dibicarakanlah," jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Negara BUMN Said Didu mencatat saat ini stok dalam negeri menumpuk hingga hampir 1 juta ton. Kelebihan stok sebesar 1 juta ton itu sebanyak 600 ribu ton di Pupuk Kaltim, sementara sisanya di Pusri dan Petrokimia Gresik.

Untuk itu, Said menyarankan agar segera dikeluarkan kebijakan ekspor pupuk dengan catatan kebutuhan dalam negeri harus tetap dijaga. Said menambahkan jika kebijakan ekspor tidak dikeluarkan maka akan ada penumpukans tok dan hal itu akan meningkatkan biaya harga penjualan pupuk yang akan membebani subsidi pemerintah.

(epi/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads