“Besok kita akan undang pembeli domestik seperti PGN, PLN, pabrik pupuk dan asosiasi pupuk,” ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (19/8/2009).
Purnomo menyatakan, alasan pihaknya memanggil para calon pembeli domestik tersebut yaitu untuk mempertanyakan keseriusan mereka untuk membeli gas senoro. Pemerintah juga akan menanyakan berapa harga jual gas yang mampu mereka bayar.
Seandainya para pembeli tersebut menunjukan kesiapannya, lanjut Purnomo, maka harus dipikirkan juga skema pembiayaan pengembangan hulu dan hilir, jika Jepang yang terdiri Mitsubishi dan JBIC tidak mau membiayai proyek ini.
“Kita akan tanya buyer serius beli dengan keekonomian berapa, karena kalau mereka mau beli maka kita harus cari skema pembiayaan untuk membiayai kilang US$ 1.8 miliar ditambah pengembangan upstream US$ 400 juta menjadi US$ 2.2 miliar hingga bisa mencapai US$ 2,5 Miliar. Maka kita harus cari alternatif pembiayaan kalau Jepang tidak mau biayai kalau gas ini dialokasi untuk domestik," jelasnya
Purnomo menambahkan, dalam pertemuan tersebut pihaknya juga akan mempertemukan para calon pembeli domestik dengan Pertamina dan Medco sebagai penjual gas dari lapangan Senoro dan Matindok.
“Saya akan fasilitasi pertemuan ini,” ungkap Purnomo.
(epi/dnl)










































