Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Perum Bulog M. Ismet mengatakan sepanjang tahun 2009 ini pihaknya telah sepakat untuk mendistribusikan produksi gula PTPN dan RNI hanya 660.000.
Jumlah tersebutΒ hanya mencapai 14% produksi gula di dalam negeri atau relatif kecil, sehingga tak mampu mengendalikan pasar.
Ia menjelaskan kerjasama distribusi gula PTPN dan RNI, sesuai dengan tujuan awal pada tahun 2008 lalu, yaitu Bulog membantu untuk memperkuat posisi tawar PTPN dan RNI saat menjual harga gulanya ke pasar karena pada waktu itu harga gula relatif rendah.
"Namun pada saat harga tinggi sekarang ini, sinergi ini belum bisa memberikan kontribusi dalam menurunkan harga," terang Ismet.
Sampai hari ini, Perum Bulog telah melakukan penjualan 460.500 ton gula di seluruh Indonesia milik PTPN dan RNI. Diantaranya PTPN VII 75.000 ton,Β PTPN IX 39.000 ton, PTPN X 176.000 ton, PTPN XI 141.000 ton, PTPN XIVΒ 4400 ton danΒ RNI 24.000 ton.
"Targetnya 660.000 sampai akhir tahun ini, untuk PTPN II baru rencana 15.000 ton," imbuhnya.
(hen/dnl)











































