Harga Beras Stabil, Bulog Tak Gelar Operasi Pasar

Harga Beras Stabil, Bulog Tak Gelar Operasi Pasar

- detikFinance
Rabu, 19 Agu 2009 18:01 WIB
Harga Beras Stabil, Bulog Tak Gelar Operasi Pasar
Jakarta - Perum Bulog memastikan tidak akan melakukan operasi pasar (OP) beras menjelang bulan puasa-lebaran nanti, karena saat ini harga beras relatif stabil. Operasi pasar beras hanya dilakukan jika harga beras mengalami lonjakan 25% lebih dari harga normal.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar di kantornya, Jakarta, Rabu (19/8/2009).

"Biasanya kita operasi pasar kalau naiknya lebih dari 25%, untuk situasi sekarang harga beras tidak ada gejolak, kemungkinan 25% itu kecil sekali," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini kata dia OP beras menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang setiap tahunnya selalu ditambah, yang biasanya digunakan untuk keadaan-keadaan darurat seperti banjir, musibah banjir rawan pangan, termasuk kondisi harga beras bergejolak.

"Cadangan beras pemerintah untuk operasi pasar itu sudah ada pedomannya," terangnya.

Meskipun begitu, sebagai antisipasi kemungkinan terburuk, pada tahun depan pihaknya mengusulkan agar ada tambahan 500.000 ton beras untuk CBP. Sehingga jika diakumulasikan jumlah CBP pada tahun depan bisa mencapai 1 juta ton beras.

Mengingat ancaman El Nino saat ini sudah didepan mata, yang diperkirakan akan memuncak pada awal tahun depan. Mustafa menambahkan pihaknya akan melakukan beberapa upaya dalam mengantisipasi tersenbut termasuk adanya penambahan 200.000 ton pengadaan beras dari 3,8 juta ton menjadi 4 juta ton di tahun 2009.

Selain itu secara teknis pihaknya melakukan maksimalisasi distribusi beras agar lancar, penyebaran stok beras yang terkontrol, mengisi gudang-gudang beras di daerah defisit, diantaranya dengan menyiapkan sarana pergudangan yang cukup.

Saat ini gudang Bulog telah mencapai 1.575 unit di seluruh Indonesia, yang menampung 2,6 juta ton beras atau baru mencapai 60-70% dari kapasitas 3,9 juta ton gudang Bulog.


(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads