Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, produksi tersebut terdiri dari minyak mentah 830.085 barel per hari dan kondensat 119.366 barel per hari. Angka produksi ini merupakan angka rata-rata produksi dari awal tahun hingga 17 Agustus 2009.
"Namun, kami optimis target produksi akan tercapai mengingat adanya tambahan produksi dari Lapangan Banyuurip (Cepu), Lapangan Sukowati, Tangguh, dan Kodeco ke-38," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai mengikuti rapat evaluasi produksi migas semester I-2009 dengan 10 pimpinan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (20/8/2009).
Purnomo menjelaskan, dari seluruh KKKS yang sudah berproduksi, 15 KKKS dapat memenuhi target yang ditetapkan, sementara 25 KKKS masih belum dapat memenuhi target yang ditetapkan pemerintah dalam APBN.
"Belum tercapainya produksi tersebut oleh sebagian KKKS tersebut antara lain disebabkan oleh penundaan pembangunan fasilitas produksi, gangguan teknis peralatan/fasilitas produksi dan permasalahan pengadaan fasilitas produksi apung," paparnya.
Meskipun angka produksi belum tercapai, namun dari sisi perhitungan target lifting (produksi migas yang terjual) semester I-2009 sudah melampaui target APBN 2009. Dimana lifting minyak sudah mencapai 65,15%, sedangkan gas 55,8% dari target APBN," ungkapnya.
Sementara untuk semester II-2009, imbuh Purnomo, produksi Chevron diperkirakan akan mengalami penurunan, namun produksinya Pertamina naik diperkirakan akan naik.
"Tambahan produksi Pertamina terbesar berasal dari Lapangan Sukowati yang dioperasikan bersama Petrochina," jelasnya.
Namun jika target dalam APBN tidak tercapai, maka pemerintah akan melepas 4 juta barel dari stok minyak mentah saat ini yang mencapai 12 juta barel. "4 Juta barel itu akan digunakan untuk memenuhi target lifting APBN," ungkapnya.
Sementara itu, Dirut PT Pertamina EP Salis Aprilian menyatakan akan ada penambahan produksi di Lapangan Sukowati menjadi 40.000 barel per hari dari produksi saat ini sekitar 36.000-37.000 barel per hari.
Selain Sukowati, lapangan Pertamina EP lain yang produksinya bertambah yaitu Limau 12.000 barel per hari, dan Tambun 20.000 barel per hari dan Glagah Kambuna menjadi 3.500 barel per hari. (epi/dnl)










































