"Berat karena lapangannya sudah tua-tua, tapi kalau diperintahkan ya akan kita laksanakan" ungkap Kepala BP Migas R. Priyono, di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Kamis (20/8/2009).
Menurut Priyono, setiap lapangan migas di Indonesia setiap tahunnya mengalami penurunan hingga 15 persen. Bahkan Chevron Pasific Indonesia yang menjadi andalan produksi minyak terus menurun dari semula 7.000 bph menjadi 4.000 bph saat ini.
"Chevron sekarang sudah ngos-ngosan. Bahkan untuk tahun 2010, kami perkirakan produksinya akan turun 4 sampai 7 persen," ungkapnya.
(epi/dnl)











































