Hal ini disampaikan oleh Direktur Industri Permesinan Ditjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Chanty Triharso di lokasi pabrik Komatsu Cakung, Bekasi (21/8/2009).
Triharso mengatakan optimis ini sejalan dengan komitmen-komitmen kerjasama yang telah dibangun antara Departemen Perindustrian dengan BP Migas termasuk komitmen penggunaan penggunaan produk dan jasa lokal di bidang alat berat dan industri perkapalan untuk bangunan lepas pantai.
"Total investasi migas US$ 14 miliar tahun ini, kita targetkan 50%, tahun lalu masih 20%," katanya.
Dikatakan Triharso pihaknya akan bersama-sama dengan semua pihak untuk membentuk tim terpadu yang bertugas merencanakan, memonitor dan mengevaluasi komitmen penggunaan produk lokal dari kesepakatan tersebut. Bahkan dalam waktu dekat komitmen realisasi itu akan bisa segera dievaluasi.
"Dalam ketentuan Permenperin No.49 tahun 2009 (mengenai P3DN), paling tidak 3 bulan sekali dievaluasi," katanya.
Hari ini Departemen Perindustrian dengan BP Migas menyepakati nota kesepahaman mengenai peningkatan penggunaan produk dalam negeri (alat berat dan permesinan serta penggunaan kapal dan bangunan lepas pantai) untuk menunjang kegiatan usaha hulu migas bumi.
Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Pusat pengembangan industri Komatsu Cakung, Bekasi. Kesepakatan ini ditandangani oleh Dirjen Industri Logam Mesin, Tekstik dan Aneka Ansari Bukhari, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Budi Darmadi dengan Kepala BP Migas R. Priyono.
(hen/dnl)











































