Pertamina EP Tawarkan 7 Blok Migas

Pertamina EP Tawarkan 7 Blok Migas

- detikFinance
Jumat, 21 Agu 2009 15:56 WIB
Pertamina EP Tawarkan 7 Blok Migas
Jakarta - Pertamina EP tawarkan 2 blok produksi dan 5 blok eksplorasi migas dengan skema Kerjasama Operasi (KSO). Penawaran mulai dibuka 24 Agustus –  18 September  mendatang.

Berdasarkan siaran pers Pertamina EP yang dilansir detikFinance , Jumat (21/8/2009), 5 blok Ekplorasi-Produksi Pertamina EP yaitu: Rantau Deep Utara, Rantau Deep Selatan (Sumatera Utara), Pemalang (Jawa Tengah), Tuban Selatan (Jawa Timur) dan Klamono Selatan (Papua). Untuk KSO Produksi ditawarkan 2 lapangan, yakni: Tangai-Sukananti dan Loyak-Talanggula, keduanya di Sumatera Selatan.

”Penawaran KSO tahap II ini dibuka 24 Agustus – 18 September  2009 yang meliputi akses infomemo, penyerahan dokumen administrasi dan data review. Untuk akses data akan dibuka mulai 24 Agustus – 2 Oktober 2009 dan penyerahan  dokumen penawaran mulai 2 - 6 November 2009,” ujar  Manager Humas Pertamina EP, M Harun dalam siaran pers tersebut.

Menurut Harun, diadakannya KSO tahap II ini untuk mengoptimalkan utilisasi lapangan-lapangan marginal sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan cadangan dan produksi Pertamina EP.

”Sehingga Pertamina EP lebih fokus pada upaya peningkatkan produksi pada lapangan-lapangan pendukung utama seperti Limau, Tambun, Sukowati dan lapangan lainnya yang kini mulai menunjukkan peningkatan produksi cukup signifikan,”  ungkapnya.

Masa berlaku perjanjian KSO Eksplorasi – Produksi maksimum selama 20 tahun dan partner wajib menyerahkan Work Planning & Budget (WP&B) tahun pertama paling lambat 1 bulan sejak tanggal efektif serta wajib melaksanakan komitmen pasti selama 3 tahun pertama.

Pertamina EP berhak memutuskan perjanjian secara keseluruhan apabila komitmen pasti pada akhir tahun pertama, kedua atau ketiga tidak dilaksanakan. Pertamina EP juga berhak memutuskan kontrak perjanjian bila persetujuan Plan of Development (POD) yang telah diberikan tidak dilaksanakan dalam waktu maksimal 12 bulan.

Perjanjian akan otomatis berakhir apabila pada akhir tahun ketiga atau perpanjangannya (bila ada) tidak ditemukan cadangan ekonomis.

Tetapi apabila dalam waktu 3 tahun atau dalam masa perpanjangannya ditemukan cadangan gas yang dipertimbangkan ekonomis maka dapat diberikan tambahan 2 tahun (holding period ) untuk mencari pasar dan menyusun POD.

 Untuk KSO Produksi masa berlaku perjanjian maksimum 15 tahun dan partner juga diwajibkan menyerahkan WP&B tahun pertama paling lambat 1 bulan sejak tanggal efektif serta wajib melaksanakan komitmen pasti selama 3 tahun pertama.

Pertamina EP juga berhak memutuskan perjanjian secara sepihak apabila komitmen pasti pada akhir tahun pertama, kedua atau ketiga tidak dilaksanakan. Perjanjian juga secara otomatis akan berakhir apabila pada akhir tahun ketiga rata-rata produksi tahun ketiga kurang dari 85% produksi baseline .

Pertamina EP terus berupaya melakukan pencarian cadangan baru dan meningkatkan optimalisasi produksi lapangan untuk menjaga pertumbuhan produksi Minyak dan Gas.

Pencapaian produksi Minyak Pertamina EP telah menembus angka 136.504 barrel per hari atau 11.004 barel lebih tinggi dari target 2009 sebesar 125.500 barel per hari. Untuk produksi gas Pertamina EP saat ini mencapai 1.090 juta standar kaki kubik per hari, yang merupakan produsen gas terbesar untuk kebutuhan domestik.

Dari jumlah tersebut 28% dipasok kepada Perusahaan Gas Negara (PGN), 22% untuk memenuhi kebutuhan industri, 18% untuk industri pupuk, 18% untuk pasokan ke pembangkit listrik, dan 14% lainnya untuk kebutuhan Kilang Pertamina & pemakaian sendiri.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads