Perdagangan RI-China Turun 20% di Semester I-2009

Perdagangan RI-China Turun 20% di Semester I-2009

- detikFinance
Senin, 24 Agu 2009 11:07 WIB
Perdagangan RI-China Turun 20% di Semester I-2009
Jakarta - Nilai perdagangan China-RI hingga semester I-2009 mengalami penurunan sebesar 20% dari periode yang sama pada tahun 2008 lalu.
 
Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qiyue mengatakan nilai perdagangan kedua negara sejak tahun 2001 selalu tumbuh, namun karena imbas krisis global, nilai perdagangan kedua negara mengalami penurunan.
 
"Volume perdagangan bilateral semester pertama tahun 2009 US$ 11,7 miliar atau turun 20% dari periode yang sama di tahun lalu," katanya.
 
Meski mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan nilai perdagangan kedua negara pada kuartal II-2009 dibandingkan kuartal I-2009  mengalami kenaikan 37,2 % atau mulai mengalami tanda-tanda perbaikan.
 
Hingga tahun 2010 nanti target nilai volume perdagangan kedua negara ditargetkan mencapai US$ 30 miliar, namun pada tahun 2008 lalu justru sudah melampaui target hingga US$ 31,5 miliar.
 
"Sekarang ini Indonesia mitra perdagangan terbesar keempat di ASEAN," katanya.
 
Zhang menjelaskan investasi China di Indonesia cukup menggembirakan. Sekarang ini kata dia, setidaknya ada 700 perusahaan asal China yang telah membenamkan investasinya di Indonesia seperti bidang energi, keuangan, transporasi, otomotif, pertanian, perikanan dan lain-lain.
 
"Berdasarkan statistik semester pertama, investasi China nonfinansial mencapai US$ 100 juta dollar, atau meningkat 3,6 kali lipat," katanya.
 
Ia menegaskan dengan adanya forum ekonomi antara Provinsi Henan dengan Departemen Perindustrian akan memberikan peran aktif dalam kerjasama kedua belah pihak dibidang industri, perdagangan dan investasi.
 
"Kerjasama keduabelah pihak saya rasa akan saling menguntungkan," katanya.
 
Ditambahkan Zhang, pada Januari 2010 akan terbentuk perdagangan bebas ASEAN dengan China. Dimana ada 7.000 komoditas produk China yang bea masuknya akan 0%. Sehingga kata dia, kondisi ini akan memberikan peluang pasar bagi produk Indonesia ke pasar China yang lebih besar lagi.
 
"Ini dasar yang baik untuk melakukan kerjasama, akan mendapatkan hasil yang cukup baik ekonomi dan perdagangan ke depannya akan semakin kokoh," harapnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads