Dirut Bulog Mustafa Abubakar mengatakan, rendahnya realisasi ekspor beras karena jangka waktu yang diberikan pemerintah hanya 6 bulan, padahal ekspor beras tersebut baru dilakukan pertama kali.
Dari target 100.000 ton, perusahaan plat merah tersebut hanya bisa merealisasikan 10.000 ton atau sekitar 10 persen saja.
"Kalau dibuka sepanjang tahun mungkin bisa membantu sebesar 30-40 persen, karena ini baru pertama," ujarnya di sela acara Feed The World di Grand Hyatt, Jalan M Thamrin, Jakarta, Senin (24/8/2009).
Menurutnya, sekarang ini pemerintah berencana membuka ekspor beras organik sepanjang tahun, disusul dengan beras aromatik. Hal itu dilakukan agar gairah produksi petani akan semakin besar.
"Kita sudah buktikan, saat Bulog membeli beras, terjamin pada HPP dan ternyata gairah petani luar biasa," ungkapnya.
(ang/qom)










































