Demikian dikemukakan Direktur Utama Bulog Mustafa Abubakar di sela acara Feed The World di Grand Hyatt, Jalan M Thamrin, Jakarta, Senin (24/8/2009).
"One gate import itu harus dilakukan supaya terkontrol, apakah rafinasi, gula kristal putih, atau raw sugar, semua harusnya one gate. Ini usulan dari kita," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pemerintah sedang mengkaji peran Bulog sebagai distributor gula dan minyak goreng dalam melakukan stabilisasi harga. Mustafa mengatakan, mekanisme impor satu pintu tersebut juga bisa diterapkan pada minyak goreng.
"Itu bukan main pengaruhnya. Kalau ini bisa dilakukan saya optimis bisa menstabilkan harga," ujarnya.
(ang/dro)











































