2010 PLN Dapat Margin 8%

2010 PLN Dapat Margin 8%

- detikFinance
Senin, 24 Agu 2009 16:41 WIB
2010 PLN Dapat Margin 8%
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan memperoleh margin 8 persen dengan range subsidi sebesar Rp 48,31 triliun hingga Rp 52,5 triliun dalam RAPBN 2010. “Margin PLN sebesar 8 persen disetujui,” kata Ketua Komisi VII Airlangga Hartanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2009).

Selain menyepakati subsidi listrik, Komisi VII DPR dan Departemen ESDM juga telah menyepakati asumsi makro sektor energi dalam RAPBN 2010 yaitu meliputi asumsi harga minyak mentah dalam negeri (Indonesia Crude Price / CPO) pada RAPBN 2010 dalam range US$ 60-70 per barel.

Dengan margin tersebut maka PLN akan mendapatkan tambahan keuntungan sebesar Rp 7  triliun. “Dengan posisi margin 8 persen, maka akan ada tambahan keuntungan sebesar Rp 7 triliun dari yang telah dianggarkan sebelumnya. Sehingga nanti laba bersih bisa dikembalikan ke dividen,” ujar Dirut PLN Fahmi Mochtar.

Fahmi menjelaskan, dengan margin 8 persen tersebut PLN bisa melakukan investasi sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Menurut Fahmi, kebutuhan investasi PLN mulai tahun 2008-2015 sebesar Rp 80 triliun untuk menambah 5.000 MW per tahun dalam rangka mengejar rasio elektrifikasi .

Sementara itu, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, J. Purwono menjelaskan dengan adanya kenaikan margin menjadi 8 persen diharapkan akan menambah kepercayaan investor ke PLN. “Ini menjadi umpan untuk mendapatkan komitmen yang lebih besar lagi,” ungkapnya.

Volume BBM Bersubsidi 36.504.779 KL

Sementara volume BBM bersubsidi sebesar 36.504.779 KL yang terdiri dari premium termasuk bioethanol sebanyak 21.454.104 KL, solar termasuk biodiesel sebanyak 11.250.675 kl dan minyak tanah sekitar 3,8 juta kl. Untuk volume elpiji 2.973,3 ribu ton

“Adapun alpha untuk RAPBN 2010 sekitar Alpha Rp 556 per liter dan untuk subsidi BBN sebesar Rp 1.500 hingga Rp 2.500 per liter,” jelas Airlangga.

DPR dan Departemen ESDM juga telah menyepakati target produksi tahun ini mencapai 965 ribu bph.

Adapun prognosa produksi minyak Bumi 2010:
  1. Chevron PAC Ind 370.00 MBOPD
  2. Pertamina 128.00 MBOPD
  3. Total Indonesie 92.96 MBOPD
  4. Cophi Natuna 54.00 MBOPD
  5. CNOOC Ses 42.00 MBOPD
  6. BP Indonesia (ONWJ) 26.76 MBOPD
  7. Medco Sumatera 26.36 MBOPD
  8. CICO + Chevron Mksr 28.74 MBOPD
  9. Bumi Siak Pusako 22.10 MBOPD
  10. ExxonMobil Cepu 20.00 MBOPD
  11. Petrochina Jabung 19.40 MBOPD
  12. Conocophillips Sumatera 13.16 MBOPD
  13. VICO 12.79 MBOPD
  14. Kodeco 11.90 MBOPD
  15. JOB Petrochina East Java 10.00 MBOPD
  16. Kondur 9.30 MBOPD
  17. Petrochina Bermuda 8.46 MBOPD
  18. Kangean Energi Indonesia Jatim 9.35 MBOPD
  19. Hess Ujung Pangkah 6.96 MBOPD
  20. JOB Golden Spike 5.74 MBOPD
  21. JOB Talisman 5.70 MBOPD
  22. KKKS lainnya 41.32 MBOPD

Total 965 MBOPD (epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads