Demikian salah satu hasil kesepakatan dari Sidang Komisi Bersama (SKB) pertama antara Indonesia-Ceko, yang ditandatangani Dirjen Amerika dan Eropa Deplu Dubes Retno L.P. Marsudi dan Asisten Deputi Menteri/Direktur Jenderal Urusan Negara-Negara Non Eropa Departemen Perindustrian dan Perdagangan Ceko, Vlastimil Lorenz di Praha, 21/8/2009.
SKB RI-Ceko itu juga menyepakati bahwa kedua pemerintah perlu meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi serta promosi investasi dan perdagangan, Korfungsi Pensosbudpar Azis Nurwahyudi kepada detikfinance hari ini, Senin (24/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain infrastruktur, kedua pemerintah juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang energi dengan pengembangan pembangkit listrik tenaga air, angin, maupun matahari. Bidang lainnya adalah industri pertanian, pertahanan, peralatan kesehatan, dan perbankan.
Sebelumnya, SKB RI-Ceko di Praha itu didahului dengan perundingan mengenai protokol amandemen Persetujuan Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M) RI-Ceko (1998) dan pertemuan dengan Czech Invest untuk membicarakan upaya peningkatan investasi Ceko di Indonesia.
Ikut hadir Bupati Kulon Progo Toyo Santoso Dipo untuk menerima hasil studi kelayakan dari Pemerintah Ceko mengenai rencana pembangunan infrastruktur Bandara dan Kereta Api di wilayahnya, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. (es/es)











































