"Tanpa kerja keras pun 5% relatif mudah dicapai. Kesannya pemerintah maunya santai saja. Nah, jika target 5,5% tampak harus ada ambisi untuk mencapainya," ujar Kepala Ekonom BNI Tony Prasentiantono kepada detikFinance, Selasa (25/8/2009).
Menurut Tony, target semula pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 5% menunjukkan pemerintah tak punya visi dan ambisi.
"Pemerintah kelewat konservatif, ini tidak memberi gereget dan semangat pelaku ekonomi. Target harus agak ambisius, supaya kita semua bergairah," ujar
Target 5,5% ini bisa diperoleh dengan mendorong investasi. Kredit perbankan yang selama semester I-2009 hanya tumbuh 5%, harus didorong setidaknya 15% pada 2010.
"Suku bunga bank harus turun, karena 14 bank terbesar sudah berjanji menurunkan suku bunga paling lambat Januari 2010, saya duga pertumbuhan kredit minimal 15% dapat dicapai," katanya.
Kemudian pemerintah juga perlu mendorong infrastruktur, manufaktur, dan pertanian sehingga pertumbuhan menjadi berkualitas (diikuti dengan penyerapan tenaga kerja).
"Sekarang ini kan yang tumbuh 16% adalah sektor telekomunikasi dan transportasi yang notabene lemah daya serap tenagakerjanya," ujarnya.
"Saya juga merasa target pertumbuhan 7% pada 2014 oleh SBY-Boediono juga sama sekali tidak ambisius dan tidak memberi inspirasi kita untuk bekerja keras. Target 7% mestinya sudah bisa dicapai 2012. Jadi untuk 2014 mestinya lebih tinggi, minimal 8%," tambahnya.
(dnl/qom)











































