Menurut juru bicara PHE, Ali Mundakir, saat di kelola BP Indonesia lapangan ini hanya mampu memproduksi 21.200 bph, namun setelah diakuisisi, produksinya bisa meningkat hingga 26 ribu bph. Sementara, untuk produksi gas tetap stabil di level 220 MMSCFD.
"Kita berhasil menaikkan produksi karena lakukan langkah-langkah maintenance peralatan di ONWJ," ujar Ali saat dihubungi wartawan, Selasa (26/8/2009).
Ali menyatakan untuk meningkatkan produksi, tahun depan rencananya PHE ONWJ akan mengebor lagi dua sumur baru di lapangan ONWJ. Namun, Ali belum mau menyebutkan berapa penambahan produksi tersebut.
"Kami harus berkonsolidasi dulu dengan Pertamina EP karena lapangannya kan bersebelahan," ungkapnya.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) telah membeli aset dan 46 persen saham BP ONWJ di lapangan migas di Jawa Barat senilai US$ 280 juta untuk pada akhir Juni lalu. Pemain lainnya di lapangan ONWJ adalah perusahaan China CNOOC dengan 36,72 persen dan perusahaan Jepang Inpex dengan saham 7.25 persen.
Dirut Pertamina Karen Agustiawan berharap pembelian saham BP ONWJ ini bisa membantu peningkatan target produksinya. Pertamina sendiri menargetkan total produksi minyaknya bisa naik 14 persen dan produksi gasnya bisa tumbuh 8 persen tahun ini.
BPONWJ memiliki wilayah kerja seluas 8.300 KM2 di lepas pantai Jawa Barat dimulai dari utara Cirebon sampai Kepulauan Seribu, terdiri dari fasilitas 314 sumur yang sudah berproduksi dan 218 struktur lepas pantai, 11 stasiun pengumpul permanen, 375 jalur pipa sepanjang 1250 km, 3 fasilitas penerima gas di daratan.
(epi/qom)











































