PLN Siapkan Bangun Pembangkit di Senoro

PLN Siapkan Bangun Pembangkit di Senoro

- detikFinance
Selasa, 25 Agu 2009 16:32 WIB
PLN Siapkan Bangun Pembangkit di Senoro
Jakarta - PT PLN (Persero) siap menyerap gas dari lapangan Senoro, Sulawesi Tengah seharga US$ 6,16 per mmbtu. BUMN listrik itu  berencana membangun pembangkit listrik tenaga gas di dekat  Lapangan Senoro, Sulawesi Tengah untuk memanfaatkan gas tersebut.

"Kalau kita membeli dalam bentuk LNG kemudian dibawa ke tempat lain seperti ke Jawa atau Sumatera kemudian diregasifikasi maka kurang ekonomis bagi PLN untuk itu kemungkinan kita akan bangun pembangkit disana," ujar Dirut PLN Fahmi Mochtar di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (25/8/2009).

Menurut Fahmi, harga gas di well head  sekitar US$ 6,16 mmbtu tersebut dinilai lebih ekonomis jika dibandingkan dengan menggunakan BBM yang harganya mencapai mencapai US$ 15 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita beli dalam bentuk LNG kan harganya hampir mendekati BBM. Dari presentasi kemarin, saya lihat angkanya mendekati sekitar US$ 12-13 per mmbtu," ungkapnya.

Fahmi menjelaskan,  pembangunan pembangkit di daerah tersebut sangat mungkin dilakukan mengingat hingga saat ini daerah Sulawesi masih mengalami kekurangan listrik.

Namun untuk besarnya kapasitas pembangkit yang dibangun, imbuh Fahmi, tergantung kepada besarnya volume gas yang akan dikirimkan ke pembangkit tersebut. Adapun kebutuhan minimum untuk membangkitkan pembangkit berkapasitas 100 MW yaitu sebesar 25 mmscfd.

"Tapi peminatnya kan bukan hanya PLN, ada juga PAU dan PGN," ungkapnya.

Fahmi berharap harga sebesar US$ 6,16 per mmbtu tersebut masih bisa dievaluasi lagi melalui BP Migas. Harga beli gas tertinggi yang dibeli PLN saat ini yaitu US$ 5,6 per mmbtu dari PGN.

"Waktu kami membeli gas ke PGN berdasarkan harga yang ditetapkan oleh BP Migas, jadi harga itu bisa dievaluasi oleh BP Migas. Tapi kalau US$ 6,16 tersebut angka yang wajar, why not? Daripada saya bangun pembangkit BBM akan lebih baik membangun  pembakit listrik memanfaatkan gas," papar Fahmi.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads